SEMARANG || Portaljatengnews.com – Sebuah kehangatan hadir di tengah beratnya perjuangan pasien yang menjalani pengobatan jauh dari rumah. Rumah Singgah Sahabat Orang Sakit (SOS) Semarang, yang berlokasi di Ruko Bangkong Plaza, Jalan MT Haryono Blok B-9, Peterongan, Semarang, menyediakan tempat tinggal sementara secara gratis bagi pasien yang berobat di rumah sakit-rumah sakit kota Semarang, khususnya mereka yang berasal dari luar kota.
Diprakarsai oleh Ps. Stefanus Wijaya selaku Founder Sahabat Orang Sakit Global Ministry dan berada di bawah naungan Yayasan Sahabat Orang Sakit, rumah singgah ini mulai beroperasi sejak September 2023. Penanggung jawab di lapangan adalah Bagus Joko Djokofirmanto.
Kehadiran rumah singgah ini lahir dari keprihatinan melihat pasien yang harus bolak-balik dari daerah ke Semarang hanya untuk kontrol rutin, terkendala biaya penginapan, jarak jauh, dan waktu perjalanan yang melelahkan. Di sini, pasien dapat menetap sementara selama masa pengobatan, sehingga lebih fokus pada pemulihan tanpa harus menanggung beban biaya sewa tempat tinggal.
Terbuka untuk Semua Tanpa Pembedaan
Rumah Singgah SOS Semarang melayani siapa saja tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang sosial. Fasilitas ini terutama ditujukan bagi penderita kanker yang menjalani kemoterapi, pasien leukemia, pascaoperasi, hipospadia, dan berbagai kondisi medis lainnya.
Tersedia 10 kamar ber-AC, dan setiap pasien diperbolehkan didampingi satu orang keluarga atau pendamping. Tidak hanya tempat istirahat, pasien juga mendapat makanan tiga kali sehari secara gratis, serta layanan antar-jemput ke rumah sakit yang beroperasi Senin hingga Sabtu — dua kali pengantaran dan dua kali penjemputan setiap harinya.
Bantuan Tunai bagi Pasien yang Membutuhkan
Kepedulian tidak berhenti pada fasilitas dasar. Bagi pasien yang telah menempati rumah singgah minimal satu bulan, yayasan memberikan bantuan dana tunai berkisar Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000 untuk meringankan beban hidup sehari-hari selama menjalani perawatan jauh dari keluarga besar.
Hingga saat ini, sekitar 1.000 pasien dari berbagai daerah telah merasakan manfaat kehadiran rumah singgah ini. Angka tersebut menunjukkan betapa besar kebutuhan masyarakat akan layanan seperti ini.
Mengandalkan Kebaikan Hati Para Donatur
Seluruh pelayanan ini tidak dipungut biaya dan sepenuhnya mengandalkan dukungan para donatur. Mulai dari kebutuhan makan, listrik, perlengkapan rumah tangga, hingga bahan bakar kendaraan antar-jemput pasien, semuanya membutuhkan dukungan berkelanjutan agar pelayanan ini dapat terus berjalan.
Pihak Yayasan Sahabat Orang Sakit berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut mendukung, sehingga rumah singgah ini dapat terus menjadi rumah kedua yang menaungi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit. Sebuah tempat di mana pasien tidak sekadar beristirahat, tetapi juga menemukan harapan dan dukungan tulus dari sesama manusia.
(Vio Sari)
Sumber: Yehezkiel Agus P






