Proses Reklamasi Harus Mengantongi Izin Resmi, BPN Semarang Tegaskan Pencegahan Mafia Tanah

- Redaksi

Kamis, 30 Januari 2025 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rudi Prihantoro A.Ptnh. MM, MH Kepala BPN Kota Semarang. (DokIst)

Rudi Prihantoro A.Ptnh. MM, MH Kepala BPN Kota Semarang. (DokIst)

SEMARANG || Portaljatengnews.com –Proses reklamasi merupakan kegiatan yang memerlukan izin dari instansi berwenang sebelum dapat dilaksanakan.

Menurut Kepala BPN Kota Semarang, Rudi Prihantoro, A.Ptnh., MM, MH, setiap permohonan reklamasi harus memenuhi persyaratan administratif dan teknis yang ketat.

“Reklamasi dapat dilakukan jika sudah mendapatkan izin resmi dari instansi yang berwenang. Setelah reklamasi selesai, lahan tersebut bisa diajukan untuk mendapatkan sertifikat kepemilikan, namun tetap harus melalui proses verifikasi yang ketat,” ujarnya pada Kamis (30/1/2025).

Rudi menjelaskan bahwa untuk menerbitkan sertifikat tanah hasil reklamasi, ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi:

1. Izin Reklamasi – Pemohon harus memperoleh izin reklamasi dari instansi terkait, termasuk kajian lingkungan dan persetujuan teknis.

2. Pelaksanaan Reklamasi – Setelah izin diterbitkan, proses reklamasi harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

3. Verifikasi dan Pengukuran – Setelah reklamasi selesai, tim dari BPN akan melakukan pengecekan fisik dan memastikan kesesuaian dengan izin yang diberikan.

4. Penerbitan Sertifikat – Jika semua persyaratan terpenuhi, pemohon dapat mengajukan sertifikasi tanah kepada BPN.

Baca Juga :  Bangunan Rumah Makan di Semarang Diduga Langgar Aturan Diminta Agar Dibongkar

Sebagai langkah pencegahan, BPN juga mendorong masyarakat untuk aktif menjaga tanahnya agar tidak diklaim pihak lain.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memasang tanda batas kepemilikan di tanah mereka yang belum dihuni. Hal ini akan membantu menghindari klaim ilegal dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Para mafia tanah sering kali berdalih melakukan reklamasi dan mengklaim telah mendapatkan izin dari pihak terkait.

Menanggapi hal ini, Rudi menegaskan bahwa laut dapat diberikan sertifikat legal selama mendapat izin dari instansi berwenang lainnya.

Rudi juga menyoroti maraknya praktik mafia tanah yang beroperasi dengan pola sindikat. Menurutnya, mafia tanah bukan hanya satu individu, melainkan jaringan yang terorganisir.

Setiap sertifikat yang diterbitkan oleh BPN selalu berawal dari permohonan dan bukti alas hak yang jelas. Untuk penerbitan hak atas tanah hasil reklamasi, harus ada izin dari berbagai pihak berwenang. Selain itu, kondisi fisik lahan harus berupa daratan, bukan lautan yang tiba-tiba diklaim sebagai milik pribadi.

Baca Juga :  Perkuat Keamanan Libur Imlek, Perhutani KPH Semarang Tingkatkan Intensitas Patroli

“Tanah yang dulunya berupa daratan tetapi terkena abrasi hingga berubah menjadi laut dikategorikan sebagai tanah musnah. Contohnya di Semarang, dalam pembangunan jalan tol, ganti rugi diberikan dalam bentuk santunan (kerohiman), bukan kompensasi layaknya tanah daratan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudi mengungkapkan bahwa banyak kasus mafia tanah terjadi karena masyarakat tidak merawat atau mengurus legalitas tanahnya.

“Merawat tanah adalah bagian dari kewajiban pemilik, baik melalui sertifikat maupun penguasaan fisik. Jika tanah kosong tidak dijaga, mafia tanah bisa menganggapnya sebagai lahan tak bertuan,” katanya.

Untuk mencegah hal ini, pihak BPN terus berkoordinasi dengan pemerintah desa karena mereka lebih memahami status kepemilikan tanah di wilayahnya.

“Kami mengimbau masyarakat agar merawat tanahnya, terutama yang belum dihuni. Salah satu cara sederhana adalah memasang tanda batas atau plang kepemilikan, sehingga orang lain mengetahui bahwa tanah tersebut sudah ada pemiliknya,” pungkasnya.

(Vio Sari)

Berita Terkait

Jaga Profesionalisme, Bid Propam Polda Jateng Lakukan Pengecekan Personel Sebelum Bertugas di Tugu Muda
Polda Jateng Imbau Peserta Aksi Mahasiswa di Semarang Sampaikan Aspirasi Tanpa Melanggar Hukum
Polda Jateng Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi Ajakan Aksi di Media Sosial
BNPT Dorong Ponpes Al Muttaqin Bangun Kemandirian Ekonomi
Kombes Pol Slamet Loesiono Ubah Limbah Menjadi Produk Bernilai melalui Proyek “EKSPRESI HIJAU”
Kapolda Jateng Berikan Penghargaan Kepada 37 Personel Polri dan 12 Masyarakat yang Berprestasi
Alas Hak Sudah Dinyatakan Palsu Pengadilan, Perpanjangan SHGB No.722 Tetap Berjalan Tanpa Penindakan
Biddokkes Polda Jateng Bantu Warga Ketahui Kondisi Kesehatan Sejak Dini Melalui Skrining TB Paru Gratis di Sam Poo Kong

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Jaga Profesionalisme, Bid Propam Polda Jateng Lakukan Pengecekan Personel Sebelum Bertugas di Tugu Muda

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Polda Jateng Imbau Peserta Aksi Mahasiswa di Semarang Sampaikan Aspirasi Tanpa Melanggar Hukum

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Polda Jateng Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi Ajakan Aksi di Media Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:43 WIB

BNPT Dorong Ponpes Al Muttaqin Bangun Kemandirian Ekonomi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Kombes Pol Slamet Loesiono Ubah Limbah Menjadi Produk Bernilai melalui Proyek “EKSPRESI HIJAU”

Berita Terbaru