Skandal Pelecehan di SDN Leyangan: Guru Ngaji Diduga Terlibat, Upaya Damai Jadi Sorotan

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GBR: Ilustrasi

GBR: Ilustrasi


SEMARANG || Portaljatengnews.com –Dunia pendidikan di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, tercoreng dengan dugaan pelecehan seksual di sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Leyangan. Kasus tersebut memicu kemarahan dan pertanyaan tentang upaya “damai” yang terkesan menutupi masalah. Senin (15/12/2025).

Seorang guru ekstrakurikuler mengaji, berinisial AN, diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap murid-muridnya. Kasus itu baru mencuat setelah isu berkembang di masyarakat, padahal diduga telah terjadi sekitar dua bulan lalu. Informasi yang beredar menyebutkan ada delapan siswa yang menjadi korban.

Mediasi atau Upaya Bungkam?

Pihak sekolah membenarkan kejadian ini dan mengakui adanya mediasi serta kesepakatan tertulis. Namun, isi kesepakatan itu dirahasiakan dengan alasan melindungi anak.

“Kami tidak bisa membuka isi kesepakatan karena menyangkut perlindungan anak,” kata Kepala Sekolah.

Pernyataan tersebut justru menimbulkan kritik. Salah satu orang tua korban mengungkapkan adanya surat perjanjian yang melarang keluarga membawa kasus ini ke jalur hukum atau berbicara ke luar.

Baca Juga :  Kebakaran Rumah di Desa Kuryo Kalangan Pati, Kerugian Capai Rp 200 Juta

“Kami ingin pelaku dihukum, tapi terhalang surat perjanjian itu,” ujar orang tua korban dengan nada sedih.

Pelaku Dipecat, Proses Hukum Dinanti

Pihak sekolah memastikan AN telah diberhentikan dari posisinya. AN diketahui baru mengajar selama tiga hingga empat bulan sebelum kasus ini mencuat. Namun, pemecatan ini dianggap belum cukup untuk menjawab dugaan kejahatan serius terhadap anak.

Polisi Bertindak, Publik Menunggu Hasil

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Semarang, bersama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, telah turun ke sekolah di Desa Leyangan untuk melakukan klarifikasi.

“Kami sudah melakukan pendalaman dan langkah antisipasi,” kata petugas Unit PPA Polres Semarang.

Polisi menegaskan bahwa Restorative Justice tidak bisa diterapkan sembarangan dalam kasus yang melibatkan anak sebagai korban. Jika syarat tidak terpenuhi, proses pidana akan dilanjutkan.

Baca Juga :  Polres Blora Selidiki penyebab Kebakaran 2 Rumah di Kajengan

Ancaman Hukuman Berat

Kasus ini mengacu pada UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 76E dan Pasal 82 ayat (1). Pelaku kejahatan seksual terhadap anak terancam pidana penjara 5–15 tahun dan denda hingga Rp5 miliar. Negara juga wajib melindungi anak dari kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, sesuai Pasal 54.

Pertanyaan Kritis

Kasus di SDN Desa Leyangan ini menimbulkan pertanyaan serius:

– Mengapa kasus baru terungkap setelah dua bulan?
– Siapa yang menginisiasi kesepakatan tertutup?
– Apakah ada tekanan terhadap keluarga korban?

Keselamatan anak harus menjadi prioritas utama. Pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman, bukan sumber trauma.

Tim viosarinews akan terus mengawal kasus ini dan mendesak penegak hukum untuk bertindak transparan, tegas, dan berpihak pada korban. (Vio Sari)

Editor : Heri

Berita Terkait

Kabid Humas Polda Jateng Ajak Masyarakat Awasi Polri; Laporkan Oknum Yang Melakukan Pungli
Enam Kepala Daerah Ditangkap, Eko Haryanto: OTT KPK di Jateng Belum Berakhir
Kapolda Jateng Pimpin Sertijab 13 Jabatan Strategis, Perkuat Semangat Polisi Bersama Masyarakat
Ungkap Penipuan Siber Lintas Negara, Ditressiber Polda Jateng Terima Apresiasi FBI
Perjuangkan Hak Debitur, Pemuda Pancasila dan Grib Jaya Kawal Kesepakatan dengan PNM
Wartawan Viosarinews.com Triyono Meninggal di Kafe, Keterangan Saksi Munculkan Kejanggalan
Kapolda Jateng Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Harus Dirasakan Lewat Kerja Nyata
Safari Kamtibmas di Gereja Santo Athanasius Agung Semarang, Kapolda Jateng Tegaskan Komitmen Polisi Bersama Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Kabid Humas Polda Jateng Ajak Masyarakat Awasi Polri; Laporkan Oknum Yang Melakukan Pungli

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Enam Kepala Daerah Ditangkap, Eko Haryanto: OTT KPK di Jateng Belum Berakhir

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Kapolda Jateng Pimpin Sertijab 13 Jabatan Strategis, Perkuat Semangat Polisi Bersama Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Ungkap Penipuan Siber Lintas Negara, Ditressiber Polda Jateng Terima Apresiasi FBI

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Perjuangkan Hak Debitur, Pemuda Pancasila dan Grib Jaya Kawal Kesepakatan dengan PNM

Berita Terbaru