Tragedi Petasan Temuan: Pelajar 10 Tahun di Blora Meninggal Dunia Akibat Ledakan Maut

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 


BLORA || Portaljatengnews.com– Sebuah peristiwa menyedihkan menimpa dunia pendidikan di Kabupaten Blora. Seorang pelajar berinisial MA (10 tahun), warga Dukuh Ngapus, Desa Ketringan, Kecamatan Jiken, harus meregang nyawa setelah terkena ledakan petasan berukuran besar di halaman rumahnya, Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Insiden bermula sehari sebelumnya, Senin (23/03/2026), saat MA bersama seorang temannya menemukan benda berbahaya tersebut di selokan di bawah menara air. Petasan yang memiliki diameter sekitar 10 cm dan panjang 15 cm itu kemudian dibawa dan disimpan di rumah korban.

Keesokan harinya, MA mengajak dua temannya, MAA (7 tahun) dan FA (9 tahun), untuk menyalakan temuan tersebut di halaman rumah. Saat sumbu mulai dibakar, kedua rekannya sudah berjarak aman sekitar 2 meter. Namun, nasib buruk menimpa MA yang memilih tetap berada di lokasi dengan dugaan bahwa petasan itu gagal meledak. Tanpa diduga, benda itu meledak dengan kekuatan besar dan tepat mengenai tubuhnya.

Baca Juga :  Pandangan Umum Fraksi, Jawaban Bupati dan Persetujuan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024 Digelar DPRD Blora Dalam Rapat Paripurna

Kapolsek Jiken AKP Sulbekti, S.H., yang mewakili Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., membenarkan kejadian ini. Pihak kepolisian beserta Tim Inafis Polres Blora langsung melakukan penyelidikan dan pengolahan tempat kejadian perkara (TKP).

“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar parah di dagu, dada kiri, dan kaki kanan. Namun, penyebab utama kematian adalah kerusakan fatal pada organ dalam dada akibat daya ledak yang kuat,” jelas AKP Sulbekti.

Baca Juga :  Safari Penanaman KPH Randublatung: Gerakan Penghijauan Gencar di Setiap Sudut Hutan

Selain merenggut nyawa MA, ledakan itu juga menyebabkan dua temannya mengalami luka ringan di kaki dan paha akibat percikan api serta hempasan energi ledakan. Keduanya saat ini sudah mendapatkan perawatan medis.

Pihak kepolisian telah mengamankan sisa-sisa petasan sebagai barang bukti. Melalui insiden ini, aparat mengimbau seluruh orang tua agar semakin ketat mengawasi aktivitas anak-anak, serta melarang mereka bermain dengan bahan peledak atau petasan berdaya ledak tinggi demi keselamatan nyawa.

Laporan: Wawan

Editor : Heri

Berita Terkait

Saka Wanabakti KPH Randublatung Gelar Praktik Penanaman di Petak 80 RPH Bodeh BKPH Beran
Pembangunan Jembatan Aramco di Randublatung Capai 60 Persen, Hubungkan Tiga Desa
DPRD Blora Apresiasi Legalitas Sumur Minyak Rakyat, Dinilai Dongkrak Ekonomi Desa dan Serapan Kerja
Ditemukan Jasad di Aliran Sungai Kering, Polsek Jiken Blora Lakukan Evakuasi
Yoto Bantah Beri Uang Damai Rp 35 Juta, Sebut Tuduhan Kades Buloh Hoaks
Komplotan Spesialis Pembobol Toko di Blora Berhasil Diungkap, Polisi Amankan Tiga Pelaku
Kapolsek Kunduran Bantah Terima Uang Damai Rp 35 Juta dalam Kasus Kayu Ilegal
Cek Kesehatan Gratis di KPH Randublatung, Wujud Dukungan Asta Cita Presiden Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:19 WIB

Saka Wanabakti KPH Randublatung Gelar Praktik Penanaman di Petak 80 RPH Bodeh BKPH Beran

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:24 WIB

Pembangunan Jembatan Aramco di Randublatung Capai 60 Persen, Hubungkan Tiga Desa

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:43 WIB

DPRD Blora Apresiasi Legalitas Sumur Minyak Rakyat, Dinilai Dongkrak Ekonomi Desa dan Serapan Kerja

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:45 WIB

Ditemukan Jasad di Aliran Sungai Kering, Polsek Jiken Blora Lakukan Evakuasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:42 WIB

Yoto Bantah Beri Uang Damai Rp 35 Juta, Sebut Tuduhan Kades Buloh Hoaks

Berita Terbaru