Kasus Guru dan Siswi SMPN Randublatung di Blora Disorot, DPRD: Prosedur Harus Dievaluasi Total

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 05:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


BLORA || Portaljatengnews.com – Dugaan kasus pelecehan yang melibatkan seorang guru dan siswi di SMP Negeri 1 di Kabupaten Blora menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, menegaskan bahwa pihaknya akan membentuk tim investigasi lintas OPD untuk mengungkap konstruksi kasus secara menyeluruh.

Sunaryo menjelaskan, investigasi tidak akan berpijak pada satu versi saja, melainkan menggali fakta dari berbagai pihak. Tim yang dibentuk melibatkan Inspektorat, unsur SDM, psikolog, serta akan mengundang orang tua siswa, pihak sekolah, dan komite guna memastikan proses berjalan transparan dan objektif.

Baca Juga :  Polisi Terus Perdalam Kasus Dugaan Pungli dan Pemerasan BPJS Ketenagakerjaan yang Libatkan Perangkat Desa Plosorejo Randublatung Blora

Ia juga menyebutkan, hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk ke dinas dari masyarakat. Informasi awal justru berasal dari pihak sekolah yang kemudian berkembang setelah percakapan di grup internal siswa menjadi viral. Meski demikian, proses penelusuran tetap dilakukan secara menyeluruh.

Sementara itu, guru yang diduga terlibat masih diperbolehkan mengajar sambil menunggu hasil investigasi. Dinas Pendidikan menegaskan akan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran, baik secara etik maupun administratif.

Baca Juga :  Kapolres Blora Pimpin Langsung Kegiatan Baksos di Lokasi Korban Puting Beliung 

Dari sisi legislatif, anggota DPRD Blora Komisi D, Achlif Nugroho Widi Utomo, menyoroti pentingnya prosedur dalam penanganan siswa. “Seharusnya melibatkan guru BK sejak awal, apalagi ini menyangkut siswa. Faktanya, guru BK baru dilibatkan setelah proses pemanggilan selesai,” ujarnya ketika diwawancarai awak media, Kamis 9/04/26

Ia menambahkan, kasus ini harus menjadi evaluasi menyeluruh agar tidak terulang di kemudian hari. DPRD juga meminta investigasi diselesaikan maksimal satu minggu, dengan tetap menjaga privasi siswa serta memulihkan kepercayaan orang tua terhadap layanan pendidikan.

Laporan: Wawan

Berita Terkait

BKPH Temanjang KPH Randublatung Ikuti Rapat Lintas Sektoral Kecamatan Banjarejo
Kunjungi Bayi Lahir di Hari Bhayangkara, Kapolres Blora Berharap Kelak Jadi Anggota Polri yang Gagah dan Berani
Manfaatkan Rumah Kosong, Pencuri Motor di Todanan Blora Ditangkap Polisi
Tingkatkan Mutu Bibit, Perhutani Divre Jateng Adakan Job Training di Randublatung
Diduga Serangan Jantung, Pria Asal Semarang Meninggal di Hotel Blora
Camat Randublatung dan KPH Bahas Revitalisasi Taman Wisata Randublatung
Sindikat Curanmor Lintas Wilayah di Acara Dangdut Todanan Digulung, 3 Tersangka Berbagi Peran
Perhutani KPH Randublatung Sambut Hangat Peserta Gowes Forest Cycling Community

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:36 WIB

BKPH Temanjang KPH Randublatung Ikuti Rapat Lintas Sektoral Kecamatan Banjarejo

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:56 WIB

Kunjungi Bayi Lahir di Hari Bhayangkara, Kapolres Blora Berharap Kelak Jadi Anggota Polri yang Gagah dan Berani

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:45 WIB

Manfaatkan Rumah Kosong, Pencuri Motor di Todanan Blora Ditangkap Polisi

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:48 WIB

Tingkatkan Mutu Bibit, Perhutani Divre Jateng Adakan Job Training di Randublatung

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:49 WIB

Diduga Serangan Jantung, Pria Asal Semarang Meninggal di Hotel Blora

Berita Terbaru