SEMARANG || Portaljatengnews.com – Menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi rusak parah sejumlah ruas jalan di Kabupaten Blora, khususnya jalur strategis Randublatung–Cepu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merespons cepat dengan menyiapkan anggaran perbaikan senilai lebih dari Rp5 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memastikan dana sebesar Rp5,276 miliar telah disiapkan dan kini proses pengadaannya sudah masuk tahap lelang. Hal ini disampaikannya saat dikonfirmasi. Jumat (5/6/2026).
“Anggaran tersebut khusus dialokasikan untuk penanganan ruas jalan yang mengalami kerusakan berat,” ungkap Henggar.
Ia menambahkan, pelaksanaan pekerjaan akan mengikuti arahan Gubernur Jawa Tengah. Salah satu instruksi pentingnya adalah melakukan evaluasi ulang terhadap desain teknis, agar panjang jalan yang dapat diperbaiki bisa diperluas jangkauannya.
Sebagai bentuk komitmen penanganan infrastruktur di wilayah tersebut, Henggar merinci bahwa pada tahun sebelumnya, Pemprov telah menyelesaikan perbaikan ruas Singget–Doplang–Cepu sepanjang 2,611 kilometer dengan nilai investasi mencapai Rp20 miliar.
Sepanjang periode 2025–2026, total anggaran yang telah dialokasikan untuk pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan provinsi di Blora pun mencapai puluhan miliar rupiah.
Selain anggaran rutin, Pemprov juga telah mengajukan dukungan pendanaan ke pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (Inpres Jalan Daerah). Langkah ini diambil agar penanganan kerusakan jalan di Blora dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh.
“Usulan ini sudah kami masukkan ke dalam skema IJD. Kami berharap seluruh rencana penanganan dapat terlaksana dengan baik dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Henggar.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara tegas meminta seluruh jajaran dinas dan balai terkait bergerak cepat merespons aspirasi warga, termasuk keluhan yang ramai disampaikan melalui media sosial.
Menurutnya, suara masyarakat adalah bahan evaluasi utama guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia juga menekankan agar setiap pekerjaan infrastruktur dikerjakan secara profesional, tidak setengah-setengah, dan mengutamakan kualitas.
“Jangan asal jadi. Semua harus dikerjakan dengan standar yang baik dan benar. Jalan yang rusak berat harus menjadi prioritas utama penanganan,” tegas Gubernur Luthfi. (ttg)
Editor : Portaljatengnews.com







