SURAKARTA || Portaljatengnews.com – Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah bersama PT Desa Ratu Bagus melakukan peninjauan langsung lokasi rencana kerja sama penanaman kopi di Petak 32 dan 33, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Blumbang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara. Kamis (11/6/2026).
Kegiatan dihadiri Kepala Seksi Pengembangan Bisnis Rita Rubianti, Kepala Seksi Agroforestri Priyono, dan staf hukum Perhutani Jateng. Turut hadir Kepala Seksi Madya Perencanaan dan Pengembangan Bisnis KPH Surakarta Ariya, serta perwakilan PT Desa Ratu Bagus, Firmansyah dan Yoga.
Peninjauan ini bertujuan memastikan kesesuaian lahan, aspek teknis kehutanan, serta menyelaraskan visi pengelolaan agar selaras dengan prinsip kelestarian hutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar .
Kepala Seksi Agroforestri Perhutani Jateng, Priyono, menyatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis mengoptimalkan ruang bawah tegakan hutan.
“Kopi sangat ideal, bernilai ekonomi tinggi sekaligus berfungsi menjaga kestabilan tanah di kawasan dataran tinggi seperti lereng Gunung Lawu,” ujarnya .
Sementara itu, Firmansyah menyambut baik sinergi tersebut. Pihaknya berkomitmen memberdayakan Masyarakat Desa Hutan (MDH) mulai dari penanaman hingga panen dengan biaya yang disediakan. Rencananya, persiapan lahan dilakukan September–Oktober 2026, sedangkan penanaman dilaksanakan November–Desember 2026 setelah disepakati dalam Perjanjian Kerja Sama.
“Kami siapkan bibit unggul, teknologi budidaya, dan akses pasar luas. Kemitraan transparan ini diharapkan mendukung swasembada pangan nasional sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan,” tambahnya.
Administratur KPH Surakarta Agus Supriyanto Ganasari menilai kerja sama ini membuka peluang meningkatkan pendapatan perusahaan.
“Ini sejalan tugas Perhutani sebagai BUMN yang mengedepankan keseimbangan ekologi, ekonomi, dan sosial demi hutan lestari dan masyarakat sejahtera,” pungkasnya.
Laporan: Wahyu
Editor : Portaljatengnews.com







