Prabowo Sebut Wartawan “Londo Ireng”, Vio Sari: Sangat Tidak Pantas dan Ciptakan Suasana Gaduh

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Pernyataan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kalangan wartawan sebagai “Londo Ireng” atau kulit hitam, memicu tanggapan tajam dari insan pers. Penyematan istilah tersebut dinilai tidak pantas dan berpotensi menciptakan suasana gaduh di tengah hubungan antara pemerintah dan media.

Vio Sari, Pimpinan Media Viosarinews, menyampaikan keprihatinannya atas pernyataan tersebut. Menurutnya, sebutan yang terlontar dari pejabat tertinggi negara sangat tidak pantas dilontarkan, terlebih kepada profesi yang berfungsi sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat luas.

Baca Juga :  Prof. Pujiono Soroti RKUHAP Nasional Dalam Perspektif Keadilan Proses Pidana

“Sebutan demikian sangat tidak pantas. Hal itu justru berpotensi membuat suasana menjadi gaduh dan tidak harmonis,” tegas Vio Sari, Jumat (31/7/2026).

Ia menambahkan, setiap insan pers menjalankan tugas berdasarkan undang-undang dan kode etik jurnalistik demi kepentingan publik. Ketidaksopanan dalam menyapa profesi pers dianggap dapat merendahkan martabat profesi serta mengikis rasa saling menghormati yang seharusnya terjalin.

Baca Juga :  Diduga Fitnah dan Pecah Belah, Relawan Prabowo-Gibran Turun Tangan

Menurut Vio Sari, alih-alih memberi sebutan yang berkonotasi negatif, seyogianya pihak pemerintah justru mengapresiasi peran media yang senantiasa mengawal jalannya pemerintahan agar tetap pada koridor hukum dan kepentingan rakyat. Harapannya, ke depannya komunikasi antarlembaga berjalan dengan saling menghargai, santun, dan menjaga kehormatan bersama.

(Red)

Berita Terkait

Usai OTT, KPK Naikkan Kasus Bupati Pemalang ke Penyidikan dan Tetapkan Empat Tersangka
Wajah Biadab Terorisme di Tanah Papua: Ketika Darah Saudara Sendiri Ditumpahkan Atas Nama Doktrin Sesat
Hotman Paris: Pernyataan Saya Bukan Merendahkan Profesi Wartawan
Tragedi di Intan Jaya: Penembakan Warga Sipil dan Gugatan Kemanusiaan atas Kebijakan Represif di Papua
Babak Baru Kasus Ijazah Palsu: Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma Ditahan Penyidik
Raih Gelar Doktor Internasional Anda, Program D.S.P.P. Resmi Dibuka di Jakarta!
Polda Jateng Gandeng FBI Ungkap Penipuan Crypto Lintas Negara Beromzet Rp 41 Miliar
Tragedi Inovator di Pusaran Kekuasaan: Menggugat State-Crime terhadap Nadiem Makarim

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:00 WIB

Prabowo Sebut Wartawan “Londo Ireng”, Vio Sari: Sangat Tidak Pantas dan Ciptakan Suasana Gaduh

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:21 WIB

Wajah Biadab Terorisme di Tanah Papua: Ketika Darah Saudara Sendiri Ditumpahkan Atas Nama Doktrin Sesat

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:39 WIB

Hotman Paris: Pernyataan Saya Bukan Merendahkan Profesi Wartawan

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:54 WIB

Tragedi di Intan Jaya: Penembakan Warga Sipil dan Gugatan Kemanusiaan atas Kebijakan Represif di Papua

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:41 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Palsu: Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma Ditahan Penyidik

Berita Terbaru

Demak

Atasi Air Rob DPRD Demak Sahkan 4 Perda Baru

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:07 WIB