Dugaan Penipuan Perekrutan BIN di Semarang Dilaporkan ke Polisi

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Puluhan warga Kota Semarang yang bermimpi mengabdi kepada negara harus merasakan kekecewaan mendalam. Sebanyak 40 orang diduga menjadi korban penipuan yang menggunakan nama Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai kedok, dengan iming-iming pendidikan di Solo. Selasa (24/3/2026).

Modus yang diterapkan terbilang terstruktur dan meyakinkan. Para korban diminta menyerahkan berkas administrasi meliputi fotokopi KTP, KK, serta empat lembar foto diri ukuran 3×4. Selain itu, mereka juga diwajibkan membayar biaya pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) BIN sebesar Rp50 ribu.

Para korban juga dijanjikan fasilitas yang tidak masuk akal, seperti jaminan keluarga akan diurus selama pendidikan, pemberian makan yang terjamin, hingga uang saku sebesar Rp5 juta dan biaya akomodasi Rp5 juta per bulan.

Baca Juga :  Perhutani KPH Semarang Sukses Tuntaskan Target Penanaman 808.000 Bibit di Penghujung Tahun 2025

Menurut informasi yang diperoleh, sosok yang menyampaikan janji tersebut adalah Ketua DPW berinisial Mbah Nur dan seseorang yang dikenal sebagai Gus Nova.

Sementara itu, Gus Nuril disebut-sebut sebagai penasihat organisasi yang melakukan perekrutan tersebut.

Perekrutan dimulai pada September 2025, namun janji pendidikan tak pernah terealisasi. Setiap kali ditanyakan, pihak terkait selalu memberikan alasan penundaan tanpa klarifikasi yang jelas.

Belakangan, Mbah Nur menyatakan akan mengembalikan seluruh data yang telah dikumpulkan dan menjanjikan pengembalian uang korban, dengan alasan masih perlu mengumpulkan dana terlebih dahulu. Pernyataan ini justru semakin menimbulkan kecurigaan, mengingat aliran dana yang telah disetorkan korban untuk pembuatan KTA tidak jelas keberadaannya.

Baca Juga :  Penetapan Tersangka di Polda Jateng Berubah Jadi SP3, Keluarga Pelapor Kecewa Minta Kasus Dibuka Kembali

Merasa dirugikan, perwakilan korban telah melaporkan kasus ini ke Polrestabes Semarang. Saat ini, mereka masih menunggu tindak lanjut dari aparat penegak hukum dan siap menjadi saksi untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik perekrutan yang mengatasnamakan institusi negara. Publik juga mengantisipasi langkah tegas aparat dalam mengusut tuntas dugaan penipuan yang merugikan masyarakat.

(Vio Sari)

Berita Terkait

Biddokkes Polda Jateng Bantu Warga Ketahui Kondisi Kesehatan Sejak Dini Melalui Skrining TB Paru Gratis di Sam Poo Kong
Polda Jateng Tindak Tegas Tawuran Antar Kelompok, 4 Remaja Ditetapkan Tersangka, 17 Lainnya DPO
“Tak Enak Tak Bayar”, Durian Pak Eko Semarang Tuai Kepercayaan Warga
Ditresnarkoba Polda Jateng Berhasil Gagalkan Peredaran 23 Paket Sabu di Wilayah Karanganyar
Vio Sari: Kelalaian Fatal Menu MBG di SMKN 6 Semarang Wajib Ditindak Tegas
Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG
Perhutani KPH Semarang Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla Bersama Polres Semarang
Kombes Pol. Yuliyanto Resmi Menjabat Kabid Humas Polda Jateng, Siap Perkuat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Biddokkes Polda Jateng Bantu Warga Ketahui Kondisi Kesehatan Sejak Dini Melalui Skrining TB Paru Gratis di Sam Poo Kong

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Polda Jateng Tindak Tegas Tawuran Antar Kelompok, 4 Remaja Ditetapkan Tersangka, 17 Lainnya DPO

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:59 WIB

“Tak Enak Tak Bayar”, Durian Pak Eko Semarang Tuai Kepercayaan Warga

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Ditresnarkoba Polda Jateng Berhasil Gagalkan Peredaran 23 Paket Sabu di Wilayah Karanganyar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Vio Sari: Kelalaian Fatal Menu MBG di SMKN 6 Semarang Wajib Ditindak Tegas

Berita Terbaru

Demak

Polres Demak Gandeng Sekolah Cegah Tawuran Pelajar

Jumat, 7 Agu 2026 - 18:13 WIB