Dugaan Pungli di SDN 1 Ampel, Pemkab Boyolali Diminta Tegas

- Redaksi

Jumat, 5 September 2025 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


BOYOLALI || Portaljatengnews.com Dugaan pungutan liar (pungli) SD Negeri 1 Ampel di Boyolali terhadap wali murid mulai menyeruak. Pihak sekolah diduga menarik iuran dengan dalih “donasi”, “uang pengembangan”, dan pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan besaran Rp150.000 hingga Rp310.000 per siswa. Berdasarkan perhitungan, total pungutan mencapai puluhan juta rupiah.

Pihak sekolah beralasan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak mencukupi untuk membiayai kegiatan siswa. Namun, penelusuran jurnalis ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali membantah klaim tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali, Lasno, S.Pd, menegaskan bahwa sekolah tersebut belum pernah mengajukan proposal pembangunan fasilitas apa pun.

Baca Juga :  Peduli Kemanusiaan, Karyawan Perhutani KPH Telawa Ikuti Donor Darah di SMKN 1 Juwangi

“Tidak ada pengajuan proposal dari SD Negeri 1 Ampel terkait pembangunan laboratorium komputer,” kata Lasno saat dikonfirmasi Senin (4/8/2025).

Meski pihak sekolah mengklaim pungutan tersebut sudah disepakati dalam rapat bersama komite sekolah dan orang tua, praktik tersebut jelas melanggar Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012.

Aturan itu menyebutkan sumbangan pendidikan bersifat sukarela, tidak wajib, dan tidak boleh dipatok nominal maupun batas waktunya.

*Desakan Penegakan Hukum*

Sejumlah orang tua murid mengaku terpaksa menyetujui iuran tersebut karena khawatir berdampak pada pendidikan anak mereka. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Boyolali segera bertindak tegas terhadap dugaan pungli itu.

Baca Juga :  Kasat Lantas Boyolali Jamin Tindak Tegas Jika Ada Pungli di Samsat

Permendikbud 44/2012 juga menegaskan bahwa pembangunan fisik sekolah, mulai dari ruang kelas, laboratorium, hingga kendaraan operasional, merupakan tanggung jawab pemerintah, bukan peserta didik dan orang tua. Sekolah seharusnya mengajukan proposal kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan apabila anggaran mendesak.

Kasus bullying dugaan pelecehan seksual terhadap siswi kelas 1 dan praktik pungutan liar di SD Negeri 1 Ampel kini menjadi sorotan publik. Penegak hukum dan dinas terkait diharapkan segera turun tangan mengusut kasus ini secara transparan demi perlindungan anak dan penegakan aturan pendidikan. (Wahyu/Red)

Berita Terkait

Perhutani Telawa Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 98 Usung Tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”
Perhutani KPH Telawa Perkuat Sinergi dengan Camat Juwangi
Kapolres Boyolali Pimpin Sertijab Lima Jabatan Strategis, Puluhan Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan
Perhutani KPH Telawa Berikan Apresiasi Pengabdian Karyawan Purnatugas
Perhutani KPH Telawa Apresiasi Bantuan Sumur Bor untuk Warga dusun Klampok
Perhutani Telawa Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih di Lingkungan TPK Antisipasi Kebakaran
Perhutani Telawa dan Polsek Juwangi Perkuat Pengamanan Hutan
Perhutani KPH Telawa road show Monev Persiapan Tanaman 2026

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Perhutani Telawa Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 98 Usung Tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Perhutani KPH Telawa Perkuat Sinergi dengan Camat Juwangi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Kapolres Boyolali Pimpin Sertijab Lima Jabatan Strategis, Puluhan Personel Berprestasi Diganjar Penghargaan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Perhutani KPH Telawa Berikan Apresiasi Pengabdian Karyawan Purnatugas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Perhutani KPH Telawa Apresiasi Bantuan Sumur Bor untuk Warga dusun Klampok

Berita Terbaru