BLORA || Portaljatengnews.com – Perum Perhutani KPH Randublatung kembali berinovasi! Kali ini, pekarangan rumah dinas Asper KBKPH Boto disulap menjadi Integrated Farming System (IFS) atau sistem pertanian terpadu yang diharapkan dapat mengoptimalkan aset perusahaan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan.
Diinisiasi oleh Administratur KPH Randublatung, Herry Merkussiyanto Putro, kegiatan launching IFS ini dilaksanakan pada Senin (05/01/2026) sore, tepat saat ngabuburit. Herry menjelaskan bahwa ide ini muncul sebagai upaya untuk menampilkan sesuatu yang berbeda dan memanfaatkan lahan pekarangan yang cukup luas sebagai wahana bercocok tanam dengan sistem pertanian terpadu.
“Kami ingin mengoptimalkan aset yang ada sekaligus mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan,” terang Herry.
Menariknya, pembuatan IFS ini dikerjakan sepenuhnya oleh karyawan Perhutani KPH Randublatung, mulai dari pembersihan lahan, pengolahan lahan, pembuatan guludan, pembibitan tanaman, penanaman, hingga pemeliharaan. Bahkan, unit peternakan dan perikanan pun dikelola oleh para karyawan di sela-sela tugas pokok mereka.
“Modal untuk kegiatan ini berasal dari iuran beberapa karyawan Perhutani sebagai bentuk pembelajaran dan latihan investasi bisnis yang diharapkan dapat berguna ketika purna tugas nanti,” jelas Herry.

IFS ini memadukan berbagai unit, mulai dari hortikultura (cabai, terong, tomat, kangkung, kacang panjang), tanaman pangan (umbi rambat, ketela pohon), tanaman buah (mangga, pepaya, jambu air, kedondong), perikanan (kolam lele), hingga peternakan ayam.
“Kami berharap ini akan membawa hasil yang baik sehingga ke depan mungkin bisa dikembangkan di BKPH lain yang mempunyai pekarangan luas untuk pengoptimalisasi aset yang ada,” pungkasnya.
Laporan: Wawan
Editor : Heri
Sumber Berita : Humas KPH Randublatung







