Program GeMAR ANTaM di Blora Tak Berprogres, Desa Ingin Tarik Kembali Uang Rp 30 Juta

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


BLORA || Portaljatengnews.com – Program GeMAR (Gerakan Menanam Anti Rugi) yang diluncurkan oleh PT Agro Nusantara Tani Milenia (ANTaM) yang sempat dikerjasamakan dengan beberapa desa di Kabupaten Blora sejak Juli 2025 lalu kini menjadi polemik dan menjadi sorotan publik.

Pasalnya, sejumlah pemerintah desa yang telah menjalin kerja sama dan menyetorkan dana pembinaan sebesar Rp 30 juta per desa mengaku belum menerima progres maupun pendampingan hingga memasuki bulan keenam.

Sejumlah Kades yang berhasil dikonfirmasi mengatakan, jika sampai saat ini tidak ada pendampingan yang dilakukan oleh PT. ANTaM terhadap BUMDes.

“Sampai saat ini tidak berprogres sama sekali. Sangat disayangkan,” ujar salah seorang Kades di Blora selatan yang meminta namanya tidak ditulis. Senin (9/3/2026).

Baca Juga :  Sinergi Perhutani-Kodim Blora: KDMP di Kawasan Hutan Harus Berjalan Legal dan Berkelanjutan

Iapun, berencana meminta kembali uang yang telah dibayarkan kepada PT. ANTaM. Dikarenakan hingga bulan keenam belum ada perkembangan yang menunjukkan kearah positif sesuai dengan komitmen awal.

“Saya mau minta kembali uangnya, itu uang BUMDes. Daripada tidak Berprogres,” tandasnya.

Sementara itu, Kades lain, mengaku, uang sebesar Rp 30 juta telah dikembalikan lagi ke rekening BUMDes. “Iya karena pertimbangan tidak ada kemajuan dan tidak ada kegiatan nyata di lapangan, uang saya minta kembali. Alhamdulillah sudah clear dan sudah saya masukkan lagi ke rekening BUMDes,” jelas Kades yang meminta namanya dirahasiakan.

Diketahui, PT. ANTaM sebelumnya diresmikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, dengan membawa program GeMAR yang digadang-gadang menjadi solusi penguatan sektor pertanian desa.

Baca Juga :  Perhutani KPH Randublatung Adakan Donor Darah Bersama PMI Blora

Hasil pantauan dilapangan, kantor PT ANTaM yang beralamat di Jalan Taman Bahagia, Jalan Nglajo No. 11, Cepu, Kecamatan Cepu, menunjukkan kondisi kantor terlihat sepi tanpa aktivitas berarti. Beberapa sumber menyebutkan sebagian besar karyawan telah mengundurkan diri.

“Saya sudah lama resign dari PT ANTaM,” ujar salah satu mantan karyawan yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Ia juga membenarkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir tidak terlihat aktivitas operasional yang signifikan.

Terpisah Direktur Utama PT. ANTam, Andi Restu Wibowo, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, jika saat ini dirinya sedang berada di Jakarta.

Baca Juga :  Haul Kecamatan Jati Gelar Zikir dan Maulid Nabi

“Maaf belum bisa konfirmasi secara langsunh, hari ini saya masih berada di Jakarta. Besok akan kita klarifikasi kalau ketemu,” ucapnya.

Pelaksanaan program yang melibatkan dana dari pemerintah desa seharusnya mengacu pada regulasi yang berlaku, antara lain prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum dalam pengelolaan kerja sama desa sebagaimana diatur dalam regulasi Kementerian Desa dan peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan keuangan desa.

Kerja sama desa dengan pihak ketiga idealnya dituangkan dalam perjanjian resmi yang memuat hak dan kewajiban para pihak, rencana kerja yang jelas, tahapan pelaksanaan, serta mekanisme evaluasi dan pengawasan. Selain itu, penggunaan anggaran desa juga harus sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan dapat dipertanggungjawabkan.

Laporan: Wawan

Editor : Heri

Berita Terkait

Jelang Idul Fitri 1447 H, KPH Randublatung Bagikan 470 Paket Sembako untuk Tenaga Kerja
Tiga Warga Kunduran Terbakar Ledakan Gas Elpiji, Polisi Imbau Waspada Penggunaan di Dapur
Reses Yuyus Waluyo: Politik Lokal yang Berakar pada Kebutuhan Masyarakat
Kasus Dugaan Pungli Dan Pemerasan BPJS Ketenagakerjaan di Blora Memanas, Pelapor Penuhi Panggilan Polisi
Polisi Terus Perdalam Kasus Dugaan Pungli dan Pemerasan BPJS Ketenagakerjaan yang Libatkan Perangkat Desa Plosorejo Randublatung Blora
Satgas Pangan Polres Blora Sidak Dua Pasar Besar, Pantau Harga Bahan Pokok
Perangkat Desa Plosorejo diperiksa Polisi Terkait Dugaan Pungli Dan Pemerasan BPJS Ketenagakerjaan
Tradisi Pedang Pora Iringi Momen Haru Pisah Sambut Dandim 0721/Blora

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:01 WIB

Jelang Idul Fitri 1447 H, KPH Randublatung Bagikan 470 Paket Sembako untuk Tenaga Kerja

Senin, 9 Maret 2026 - 13:53 WIB

Program GeMAR ANTaM di Blora Tak Berprogres, Desa Ingin Tarik Kembali Uang Rp 30 Juta

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:10 WIB

Tiga Warga Kunduran Terbakar Ledakan Gas Elpiji, Polisi Imbau Waspada Penggunaan di Dapur

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:32 WIB

Reses Yuyus Waluyo: Politik Lokal yang Berakar pada Kebutuhan Masyarakat

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:53 WIB

Kasus Dugaan Pungli Dan Pemerasan BPJS Ketenagakerjaan di Blora Memanas, Pelapor Penuhi Panggilan Polisi

Berita Terbaru

Kudus

Partai Gema Bangsa Kudus Bagikan 1.000 Paket Takjil

Sabtu, 7 Mar 2026 - 22:39 WIB