BOYOLALI || Portaljatengnews.com – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa melalui BKPH Guwo terus memperkuat sinergi dengan perangkat Desa Kemusu, dalam menjaga kelestarian dan keamanan kebakaran kawasan hutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pemetaan kawasan rawan kebakaran bersama melibatkan petugas Perhutani dan Kepala Dusun Desa Kemsusu di wilayah kerja BKPH guwo, Senin (13/07).
Kegiatan bersama ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan hutan di musin kemarau, seperti kebakaran hutan, serta tindakan lain yang berpotensi merusak ekosistem seperti perburuan satwa. Kegiatan ini juga bertujuan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar yang turut berperan dalam menjaga kelestarian hutan.
Administratur KPH Telawa melalui Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Ngrombo BKPH Guwo, Suryanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di masa musim kemarau dengan tidak menyalakan api di kawasan hutan atau membuang puntung rokok sembarangan.
“Sinergi antara Perhutani dan perangkat desa sebagai elemen masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Melalui kegiatan di lapangan bersama ini, kami berharap dapat meminimalkan gangguan keamanan kebakaran hutan sekaligus memastikan keamanan pada tanaman muda sehingga dapat tumbuh optimal sesuai target,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan antisipasi kebakaran hutan tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, menyelamtkan keaneragaman hayati serta mencegah pelepasan emisi karbon dan menjaga kestabilan tata air.
Sementara itu, Kepala Dusun Kalitulang Desa Guwo, Suratno, menyatakan dukungan penuh lapisan masyarakat Desa terhadap kegiatan mengantisipasi kerawanan kebakaran hutan di wilayah Desanya. Menurutnya, sinergi dengan lapisan masyarakat Desa langkah efektif dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan hutan dari potensi kebakaran.
“Kami siap bersinergi dengan Perhutani dalam pengamanan kebakaran hutan. Kegiatan bersama ini diharapkan mampu mencegah potensi kemungkinan kebakaran serta menjaga kondisi hutan tetap aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kondisi hutan tetap aman, kondusif, dan lestari. Sinergi antara Perhutani dan pemerintah Desa selalu dalam menjaga keberlanjutan fungsi hutan sebagai paru-paru dunia yang memproduksi oksigen dan menyerap karbon dioksida.
Laporan: Wahyu






