JAKARTA || Portaljatengnews.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menjelaskan latar belakang pernyataannya yang dianggap merendahkan profesi wartawan secara umum. Penjelasan ini disampaikannya saat dikonfirmasi Viosarinews.com via telpon, Rabu (22/7/2026).
Menurut Hotman Paris, kejadian pada Jumat sore sekitar pukul 19.00 WIB di lobi Kejaksaan Agung itu bukanlah konferensi pers resmi yang diundang pihaknya namun hanya door stop.
“Kami sedang mendampingi tersangka, jadi tidak mungkin menggelar konferensi pers. Tanpa undangan pun awak media sudah menumpuk menunggu, namun hari itu bukan hanya wartawan yang hadir, ada aktivis, mahasiswa dan lainnya,” ujarnya.
Dikatakan, saat itu dirinya sedang dalam kondisi sakit saraf kejepit yang baru saja berobat ke Singapura, sehingga tidak sanggup berdiri lama. Ia bahkan meminta petugas menyediakan meja agar bisa duduk saat menjawab pertanyaan mendadak tersebut.
Masalah muncul ketika ada pertanyaan yang menanyakan soal “agenda tersembunyi Polri”. Hotman mengaku sama sekali tidak mengetahui hal tersebut dan sudah menjawab tidak tahu. Namun pewawancara terus mendesak seolah-olah dirinya sudah memberikan jawaban pasti.
“Lu punya otak ngak? Artinya kamu tidak ngerti apa jawaban aku sebelumnya? Kenapa desak ulang-ulang pertanyaan yang sama dan menjerat. Tidak jelas apa dia wartawan atau bukan,” ujarnya.
Luapan kalimat yang menuai kecaman itu diucapkannya secara spontan karena merasa terus dipojokkan. Ia pun menyayangkan pengambilan rekaman yang tidak utuh sehingga menghilangkan konteks kejadian sesungguhnya.
“Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak bermaksud merendahkan atau menghina profesi wartawan, maupun organisasi wartawan. Itu hanya reaksi spontan saat dihadapkan pada pertanyaan yang tidak masuk akal,” pungkasnya.
(Vio Sari)
Editor : Heri






