BLORA || Portaljatengnews.com – Sikap tertutup dan tidak responsif yang ditunjukkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Blora, AKP ZA kini menjadi sorotan tajam. Pejabat tersebut dinilai mengabaikan upaya komunikasi yang dilakukan oleh wartawan terkait dugaan aktivitas perjudian sabung ayam yang beroperasi di wilayah Kecamatan Jepon.
Vio Sari, wartawan dari media Viosarinews mengungkapkan kekecewaannya atas sikap Kasat Reskrim yang sama sekali tidak merespons pesan masuk maupun permintaan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Padahal, komunikasi tersebut merupakan bagian dari mekanisme kontrol sosial dan kerja sama antarlembaga dalam menjaga keamanan wilayah.
“Saya sudah beberapa kali mengirim pesan WhatsApp untuk memohon waktu audiensi sekaligus meminta konfirmasi terkait temuan kasus judi sabung ayam tersebut. Namun sungguh disayangkan, tidak ada satu pun pesan yang dibalas atau sekadar ditanggapi,” ungkap Vio Sari dengan nada kecewa, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, sikap acuh tak acuh tersebut sangat disayangkan dan mencoreng citra profesionalisme aparat penegak hukum yang seharusnya terbuka dan transparan.
*Kritik Tajam Vio Sari*
“Sikap diam dan mengabaikan pertanyaan resmi dari rekan wartawan adalah bukti ketidaksiapan bertanggung jawab. Jika memang bersih dan bekerja sesuai aturan, mengapa harus takut berdialog? Kami bukan musuh negara, kami adalah mitra dalam menjaga transparansi dan keadilan. Menutup pintu komunikasi sama artinya memberi ruang bagi kejanggalan untuk tumbuh subur. Apakah ini cerminan pelayanan publik yang kita harapkan? Sangat disayangkan, integritas tidak hanya dibicarakan di atas kertas dan pidato, tetapi harus dibuktikan dalam sikap dan tindakan nyata di lapangan.”
Vio Sari menegaskan, keterbukaan informasi adalah hak publik yang dijamin undang-undang. Mengabaikan konfirmasi atas laporan kejahatan sama saja dengan mengabaikan rasa aman masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya.
“Jangan biarkan jabatan menjadi tembok pembatas yang menyulitkan akses informasi. Sikap bungkam ini justru memicu tanda tanya besar: apakah ada hal yang sengaja ditutupi? Atau sekadar arogansi kekuasaan yang tak berdasar?” tegasnya tajam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kasat Reskrim Polres Blora belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait tuduhan kelalaian dan ketidakterbukaan tersebut. (Pur)






