JEPARA || Portaljatengnews.com – Upaya deradikalisasi di Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, tidak hanya dilakukan melalui seminar kebangsaan. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI mendorong pesantren tersebut membangun kemandirian ekonomi sebagai bagian dari proses transformasi.
Ponpes Al Muttaqin di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, memiliki sejarah keterkaitan dengan eks Jamaah Islamiah (JI). Karena itu, BNPT bersama Densus 88 Antiteror Polri melakukan pembinaan dan pendampingan melalui rangkaian kegiatan pada 10-17 Agustus 2026.
Kepala BNPT RI Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono mengatakan, pembinaan diarahkan agar para santri tidak hanya memiliki pemahaman kebangsaan dan keagamaan yang moderat, tetapi juga keterampilan untuk masa depan.
“Harapannya ke depan kita menciptakan sistem ekonomi di pondok pesantren, agar para santrinya punya bekal keterampilan untuk masa depan,” kata Eddy Hartono saat diwawancarai, Rabu (12/8/2026).
Sejumlah pelatihan diberikan, mulai teknisi AC, barista, pangkas rambut, konten kreator, digital marketing, hingga menulis.
Dukungan juga datang dari berbagai pihak. BNPT, Densus 88, Kementerian Pertanian, PT Astra International, YBM PLN, PT Panasonic Gobel, PT Restu Agro Jayamas, Amuya Coffee Academy, dan Universitas Islam NU Jepara memberikan bantuan maupun pelatihan untuk memperkuat ekonomi produktif pesantren.
Eddy mengatakan pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi mencegah berkembangnya intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme berbasis kekerasan.
Sementara Kepala Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Chairul Anam menegaskan pembinaan harus menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.
Ponpes Al Muttaqin sendiri menyatakan komitmennya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pengasuh Ponpes Al Muttaqin KH Sartono Munadi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan berbagai pihak.
Bupati Jepara Witiarso Utomo juga menegaskan program tersebut bukan menjadi akhir pembinaan.
“Ini bukan bagian dari akhir kegiatan, namun ini menjadi awal bagi Pemerintah Kabupaten Jepara untuk tetap bersinergi dengan berbagai tokoh, terutama tokoh keagamaan seperti para sesepuh atau tokoh di Ponpes Al Muttaqin,” ujarnya.
Dengan sekitar 600 santri, transformasi Al Muttaqin diharapkan tidak berhenti pada perubahan internal pesantren. BNPT menargetkan pesantren tersebut berkembang menjadi lembaga pendidikan yang moderat, mandiri, produktif, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026 di lingkungan Ponpes Al Muttaqin. (Vio Sari)






