GROBOGAN || Portaljatengnews.com – Minggu (11/10/2026) – Perayaan milad ke Pengasuh Majelis Istighotsah Padepokan Santri Ki Ageng Selo yang jatuh pada 15 Oktober 2026 terasa sangat istimewa. Bertepatan dengan pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri yang baru di bulan yang sama, momen ini dirasa bukan sekadar kebetulan, melainkan sebuah pertemuan yang penuh makna bagi seluruh keluarga besar padepokan yang diasuh oleh Gus Zainal Santri Ndeso tersebut.
Sebagai wujud syukur sekaligus penghormatan, padepokan menyiapkan cinderamata istimewa berupa pusaka bersejarah berusia sekitar 500 tahun. Untuk Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang merupakan putra asli Banten, disiapkan pusaka tangguh Cirebon, simbol kedekatan sejarah dan budaya antara Banten dan Cirebon.
Sementara untuk Presiden Prabowo Subianto, disiapkan pusaka tangguh Mataram era Majapahit sebagai penghormatan atas trah leluhur beliau. Keduanya diserahkan bukan sebagai benda semata, melainkan simbol doa agar senantiasa diberi ketajaman dalam menegakkan kebenaran dan kekuatan menjaga persatuan bangsa.
Bulan Oktober memang menjadi bulan yang penuh makna. Selain milad pengasuh padepokan, bulan ini juga memuat 13 peringatan hari besar nasional, mulai dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari TNI, Hari Santri Nasional, hingga Hari Sumpah Pemuda. Bahkan peringatan hari lahir Presiden Prabowo Subianto yang jatuh pada 17 Oktober pun hanya berjarak dua hari setelah milad Gus Zainal.
Bagi Gus Zainal dan para santri, sosok Kapolri yang baru bukan sekadar pimpinan lembaga negara. Beliau dinilai merepresentasikan sosok “Polisi Berjiwa Santri”, putra tanah jawara dan ulama yang dikenal teguh pada prinsip, berani, namun tetap lembut hatinya. Jejak pengabdiannya selaku Kapolda Banten yang rutin menggelar Safari Jumat Keliling ke pondok pesantren dan membangun jembatan antara ulama dan umara sejalan dengan moto padepokan, “Menjalin Silaturahmi, Mengabdi untuk NKRI”.
“Menjaga keamanan adalah bagian dari ibadah. Semangat ini yang ingin terus kita jalin bersama Polri di bawah kepemimpinan yang baru,” ujar Gus Zainal, yang juga merupakan Ketua Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran dan Anarkis (GEPENTA) Provinsi Jawa Tengah sekaligus Pembina Komunitas Sahabat Santri Ndeso Indonesia.
Ia berharap sinergi antara masyarakat, santri, dan institusi kepolisian semakin kokoh, mewujudkan cita-cita Polri yang kuat, berintegritas, dan benar-benar hadir di tengah rakyat.
Gus Zainal berharap, semoga berkah umur, ilmu, dan langkah pengabdian senantiasa menyertai dirinya dan para santrinya dalam mewujudkan aksi nyata cinta tanah air melalui berbagai kegiatan sosial dan silaturahmi di seluruh Nusantara.
(Vio Sari)






