Proyek Pembetonan Jalan Kesamiran–Karangjati Senilai RP 920 Juta Retak Serius, Kabid Jalan DPUPR Tegal Bungkam

- Redaksi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


TEGAL || Portaljatengnews.com –Pekerjaan peningkatan jalan ruas Kesamiran – Karangjati di Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, menuai sorotan tajam. Proyek pembetonan yang menyedot anggaran APBD senilai hampir Rp 1 miliar tersebut ditemukan sudah mengalami keretakan serius di sejumlah titik, padahal masa pelaksanaannya masih berjalan dan belum dilakukan serah terima pekerjaan.

Berdasarkan papan informasi di lokasi, kegiatan konstruksi ini berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal dengan nama paket Peningkatan Jalan Kesamiran – Karangjati Tarub (Sub Kegiatan Pemeliharaan Berkala Jalan). Proyek bernilai kontrak Rp 920.661.562,00 ini dialokasikan dari Tahun Anggaran 2026 dan dikerjakan oleh penyedia jasa CV. NATA KARYA yang beralamat di Jalan Raya Karanganyar No. 9, Kabupaten Tegal. Terhitung sejak 11 Agustus 2026, pekerjaan ini dijadwalkan berlangsung selama 90 hari kalender hingga 09 November 2026.

Namun, dari hasil investigasi dan pantauan langsung di lapangan, fisik lantai beton jalan tersebut tampak sangat memprihatinkan. Retakan memanjang dan menjalar terlihat jelas di sepanjang pelat beton. Sebagian retakan bahkan hanya ditutup atau diolesi semen/penambal seadanya (joint sealing darurat) tanpa adanya pembongkaran ulang pada segmen yang rusak.

Baca Juga :  975 Warga Ikuti Bakti Kesehatan Gratis, Kapolda Jateng Tegaskan Komitmen Hadir untuk Masyarakat

Secara teknis konstruksi jalan beton (rigid pavement), munculnya retak rambut hingga retak tembus pada usia beton yang masih sangat dini ini mengindikasikan adanya kendala serius pada kontrol kualitas (quality control). Dugaan penyimpangan menguat pada beberapa faktor, seperti buruknya proses perawatan beton (curing), tingginya rasio air-semen (faktor air semen) demi mengejar kemudahan tuang, pemadatan tanah dasar (sub-grade) yang tidak optimal, hingga ketiadaan atau keterlambatan pemotongan siar muai (cutting joint). Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menyebabkan pelat beton patah total saat dilintasi kendaraan berbobot berat dan dikategorikan sebagai bentuk cacat mutu serius.

Baca Juga :  Hadiri Mini Soccer HUT ke-425 Tegal, Wahyudin Noor Aly Ajak Warga Rawat Kebersamaan

Demi menjaga keberimbangan berita (cover both sides), upaya konfirmasi telah dilayangkan kepada Kepala Bidang (Kabid) Jalan Dinas PUPR Kabupaten Tegal, Waedi, melalui pesan aplikasi WhatsApp pada Kamis, 15 Oktober 2026. Wartawan menyertakan bukti dokumentasi foto-foto papan proyek serta rincian kondisi keretakan jalan di lokasi untuk meminta penjelasan teknis dan langkah evaluasi yang diambil dinas. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Waedi belum memberikan jawaban maupun tanggapan resmi.

Kondisi ini memicu desakan dari masyarakat serta lembaga pengawas independen agar Tim Teknis Dinas PUPR dan Inspektorat Kabupaten Tegal segera turun ke lokasi melakukan uji petik fisik dan pengambilan sampel beton (core drill). Pihak dinas diminta tegas menolak hasil pekerjaan dan memerintahkan CV. NATA KARYA untuk membongkar serta mengganti penuh segmen beton yang retak sebelum masa kontrak berakhir.

Laporan: Bambang Amin

Berita Terkait

Dituduh Wakil BPD “Begal” Aset dan Uang Desa, Kades Kalijambe Tarub Mangkir dari Tanggung Jawab dan Sulit Ditemui
Sertifikat Tak Berlaku di Atas Tanah Musnah: Pemdes Kramat Layangkan Surat Himbauan Hentikan Reklamasi Seluas 7 Hektar, Komisi III DPRD Tegal Turun Tangan
Bau Amis Dana Desa Penarukan: Proyek Ikan Rp280 Juta Mangkrak, Kades dan BUMDes Silat Lidah Soal Anggaran
Marak, Warung Berkedok Kelontong Jual Obat Keras Tramadol di Kramat Tegal, Pemerhati Sosial Desak Tindakan Tegas Aparat
Proyek Rehabilitasi DI Kumisik Rp 64 Miliar Tutup Pintu Irigasi: 85 Hektar Sawah Mengering, Petani Balapulang Terancam Kelaparan
Klarifikasi Tertutup 5 Kades Kecamatan Adiwerna Disorot, Dispermades Tegal Pilih Bungkam Soal Dugaan Kecurangan Penjaringan Perangkat Desa
Misteri Asal-Usul Beton U-Ditch Diproyek Rp64 Miliar, FMPP Desak BBWS Pemali-Juana Buka Dokumen Proyek Daerah Irigasi Kumisik
Karpet Merah Rp12 Juta untuk Anak Kades: Pelantikan Senyap Kasi Kesra Kaliwadas Berbau Nepotisme

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Dituduh Wakil BPD “Begal” Aset dan Uang Desa, Kades Kalijambe Tarub Mangkir dari Tanggung Jawab dan Sulit Ditemui

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Proyek Pembetonan Jalan Kesamiran–Karangjati Senilai RP 920 Juta Retak Serius, Kabid Jalan DPUPR Tegal Bungkam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Sertifikat Tak Berlaku di Atas Tanah Musnah: Pemdes Kramat Layangkan Surat Himbauan Hentikan Reklamasi Seluas 7 Hektar, Komisi III DPRD Tegal Turun Tangan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Bau Amis Dana Desa Penarukan: Proyek Ikan Rp280 Juta Mangkrak, Kades dan BUMDes Silat Lidah Soal Anggaran

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Marak, Warung Berkedok Kelontong Jual Obat Keras Tramadol di Kramat Tegal, Pemerhati Sosial Desak Tindakan Tegas Aparat

Berita Terbaru