Wanita di Demak Jadi Korban Dugaan Penipuan Akan Dinikahi, Hingga Hamil, Korban Laporkan Kades ke Polisi

- Redaksi

Kamis, 8 Mei 2025 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kantor Satreskrim Polres Demak.

Foto: Kantor Satreskrim Polres Demak.

DEMAK || Portaljatengnews.com – N (23) warga Kabupaten Demak, mengaku menjadi korban penipuan oleh kekasihnya yang mengaku sebagai kepala desa inisial M di Kecamatan Karangtengah, Demak. Selain janji akan dinikahi, N juga diminta berhubungan layaknya suami istri disebuah hotel di wilayah Demak.

N yang merasa telah ditipu kemudian mendatangi Mapolres Demak pada Rabu (7/5/2025) melaporkan kejadian yang dialaminya.

N mengungkapkan, kejadian yang dialami bermula pada Juli 2024 ketika mendapat undangan menyanyi di tempat hajatan di desa Wonoagung Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak. Dalam penuturannya, saat itu M hadir dalam sebuah hajatan.

“Kerjaan saya inikan menyanyi, pas kebetulan saat itu saya diundang manggung (menyanyi) di tempat hajatan desa Wonoagung. M saat itu hadir tapi tidak langsung ketemu, selang kemudian M menghubungi saya melalui TikTok ngajak ketemuan,” beber N.

Baca Juga :  Gelar Operasi Patuh Candi 2025, Polres Demak Ajak Masyarakat Wujudkan Disiplin Berlalu Lintas

Dari perkenalan itu, lanjut kata N, terjalinlah komunikasi hingga dijanjikan akan dinikahi, mendengar ucapan M, kemudian pada Agustus 2024 dirinya bersedia diajak M bertemu lalu terjadilah hubungan badan di sebuah hotel di wilayah Demak.

Hingga puncaknya, pada akhir bulan Oktober 2024, saat itu dirinya hamil. Merasakan hal itu, lalu N menghubungi M untuk meminta pertanggungjawaban, namun permintaannya tidak digubris.

“Mengetahui saya hamil, saya berusaha menghubungi M lewat HP, namun tidak digubris, di chat WA tidak dibalas di telpon tidak diangkat. Orang tua saya pun menghubungi dia juga tidak digubris. Saat itu saya depresi berat hingga keguguran,” tutur N.

Kemudian, karena tidak ada kepastian, lalu N bersama orang tuanya melapor ke Polres Demak.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Demak Periksa Kelaikan Angkutan Umum

“Saya meminta keadilan kepada penegak hukum Polres Demak, dan meminta laporan saya cepat ditindaklanjuti agar tidak ada korban-korban lagi,” ujarnya.

G yang merupakan orang tua korban, menuturkan sosok M Kades Wonoagung tersebut, menurutnya ia kenal baik. Namun setelah mengetahui hal ini dia sulit dihubungi.

Sementara Nur Kosim tokoh masyarakat Desa Wonoagung, kaget mendengar M dilaporkan ke Polres Demak atas dugaan penipuan dan pencabulan.

“Ya kalau sudah dilaporkan ke polisi, agar diproses sesuai hukum yang ada. Laporan tersebut akan kami sikapi, dan menunggu tindaklanjut tentang keputusan hukum yang ada,” begitu kata Nur Kosim yang merupakan Ketua BPD Desa Wonoagung. (Hri)

Berita Terkait

Kapolres Demak Dorong Bhabinkamtibmas Edukasi Warga Cegah Kebakaran
Perang Melawan Es Moni, Polsek Karangawen Sita 130 Botol Arak
Kawal Transparansi Keuangan, DPRD Demak Bahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Lewat Binrohtal, Polres Demak Dorong Personel Bangun Keluarga Harmonis
Penjaringan Perangkat Desa Weding Bonang Tuai Polemik, Warga Desak APH dan APIP Turun Tangan
Komisi A DPRD Demak Gelar Audensi Bersama Calon Perangkat Desa Werdoyo dan Mijen Perihal Ketidaksesuaian Soal di Perguruan Tinggi
Terancam Hukuman Berat, Advokat M. Mahfud Berhasil Membawa Klien Bebas Bersyarat di PN Demak
Polres Demak Serahkan Empat Kaki Palsu kepada Penyandang Disabilitas

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 12:55 WIB

Kapolres Demak Dorong Bhabinkamtibmas Edukasi Warga Cegah Kebakaran

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:46 WIB

Perang Melawan Es Moni, Polsek Karangawen Sita 130 Botol Arak

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:16 WIB

Kawal Transparansi Keuangan, DPRD Demak Bahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:44 WIB

Lewat Binrohtal, Polres Demak Dorong Personel Bangun Keluarga Harmonis

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:59 WIB

Penjaringan Perangkat Desa Weding Bonang Tuai Polemik, Warga Desak APH dan APIP Turun Tangan

Berita Terbaru