Simak Pesan Dirpolairud Polda Jateng untuk Para Nelayan

- Redaksi

Jumat, 23 Mei 2025 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol Hariadi.

Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol Hariadi.

SEMARANG || Portaljatengnews.com – Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol Hariadi, SH, SIK,MH, mengatakan, cuaca ekstrim saat ini tidak bisa diprediksi walaupun dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) sudah ada peringatan, namun Ditpolairud Polda Jateng selalu siagakan satu pleton tiap hari.

“Jadi kalau ada Polres yang banjir butuh evakuasi kita sudah siap,” jelasnya kepada wartawan, pada Kamis (22/5/2025).

Dikatakan bahwa ada 13 Polres di Jawa Tengah yang memiliki laut dan masing-masing Polres ada relawannya.

Disebutkan, satu Polres memiliki 30 orang relawan dari masyarakat, kemudian ada Satpol air dengan kapal BKO dari Polda Jateng.

“Jadi ada 10 kapal BKO dari Polda yang membeckup polres polres tersebut, mulai dari Cilacap sampai Rembang,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa jarak yang menjadi kendala. Karena kapal yang dimiliki tidak mampu menempuh jarak terlalu jauh, seperti misalnya ada kecelakaan diseputaran Karimun tidak bisa dijangkau. Untuk bisa menjangkau pihaknya berkordinasi dengan Basarnas juga Danlanal TNI AL.

“Karena kapal Basarnas lebih besar, kemudian juga berkoordinasi dengan Komandan Pangkalan TNI AL yang jelajah kapalnya lebih jauh,” terang Kombes Pol Hariadi.

Baca Juga :  Agus: Berbadan Hukum Syarat Utama Media, Bukan Wajib Terdaftar Dewan Pers

Kombes Pol Hariadi juga menyampaikan bahwa data kecelakaan laut di Jawa Tengah terbanyak ada di Pantai Selatan Cilacap, Kebumen.

“Mungkin karena gelombangnya lebih tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Hariadi menyampaikan terkait antisipasi kecelakaan laut dan keselamatan dalam melaut, pihaknya meluncurkan sejumlah program untuk mengedukasi para nelayan, diantaranya program Ikan Selayar (Ikut Andil Keselamatan Berlayar) dan CKB (Cek Kesehatan Berlayar), yang bekerjasama dengan kesehatan pelabuhan, Puskesmas, dan seksi kesehatan Polri. Tujuannya untuk mengecek kesehatan nelayan sebelum melaut.

“Karena mereka melautnya hampir kurang lebih tiga sampai empat bulan di laut,” ungkapnya.

Disebutkan, bahwa banyak nelayan yang meninggal di laut disebabkan bukan karena kecelakaan laut namun karena sakit. Dan sepanjang tahun 2024 ada 100 orang meninggal karena sakit.

Selain program Ikan Selayar dan CKB, Kombes Pol Hariadi menyampaikan ada program untuk kepengurusan surat-surat kepemilikan perahu agar mereka mudah mengurus izin melaut, dan ada program Jajan Ciki (Jalan-jalan Bareng Cah Cilik) tujuannya agar anak-anak kecil mengenal bahwa polisi itu bukan hanya ada di darat, namun di air atau laut juga ada polisi.

Baca Juga :  Galian C Diduga Ilegal Rowosari Beroperasi Belasan Tahun, Polda Jateng Dipertanyakan

Selain itu ada program Perpustakaan Terapung untuk anak-anak pesisir laut yang bekerjasama dengan perpustakaan daerah.

“Jadi kami merubah kapal menjadi perpustakaan dan ini menjadi program unggulan di Mabes Polri,” kata Kombes Pol Hariadi. Ia juga menyampaikan masih banyak program lainnya seperti Bersih-Bersih Laut dan Mageri Segoro, seperti menanam pohon mangroof.

Selain itu Ditpolairud Polda Jateng membantu program ketahanan pangan yang bekerjasama dengan kelompok nelayan di Demak, yaitu budidaya kerang dara.

“Karena cuaca yang gak menentu ini, para nelayan yang gak bisa melaut tetap dapat penghasilan dari budidaya kerang dara tersebut,” ujarnya.

Dirpolairud Polda Jateng Kombes Pol Hariadi, mengimbau kepada para nelayan agar mentaati semua yang menjadi petunjuk petugas dilapangan.

“Kalau begitu cuaca tidak baik jangan melaut, kalau pas di tengah laut cuaca ekstrim segera hubungi petugas, kan nelayan punya jaringan komunikasi HT. pesan kami jaga kekompakan di laut,” pesannya.

(Vio Sari)

Berita Terkait

PAW DPRD Semarang: Arif Wicaksono Lanjutkan Amanat Dapil 5 Tanpa Perubahan AKD
Konfirmasi SP3 Diduga Bermasalah, Nomor Ponsel Vio Sari Diduga Diblokir Penyidik Polda Jateng
Uang Sudah Ditransfer Hampir Rp 40 Juta, Kendaraan Tak Tiba, Korban Lapor ke Polrestabes Semarang
Serah Terima Pataka Maneka Tunggal Dharma Jadi Simbol Pergantian Kapolda Jateng dari Irjen Pol Ribut Hari Wibowo kepada Irjen Pol Roy Hardi Siahaan
Dua Bocah Tewas di Proyek Miliaran, Pengamanan Bendungan BKB Semarang Dipertanyakan
Lindu Aji Dibawah Kepemimpinan Erik Agus Susanto Dinilai Bakal Makin Berkembang
Hutang Rp250 Juta, Rumah Rp1,5 Miliar Terancam Disita, John L Situmorang: Ini Perampokan Berkedok Hukum
Polrestabes Semarang Tetapkan AW Sebagai Tersangka Kasus Penggelapan Sertifikat Rumah, BPR Arto Moro Disorot

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:29 WIB

PAW DPRD Semarang: Arif Wicaksono Lanjutkan Amanat Dapil 5 Tanpa Perubahan AKD

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Konfirmasi SP3 Diduga Bermasalah, Nomor Ponsel Vio Sari Diduga Diblokir Penyidik Polda Jateng

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Uang Sudah Ditransfer Hampir Rp 40 Juta, Kendaraan Tak Tiba, Korban Lapor ke Polrestabes Semarang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:39 WIB

Serah Terima Pataka Maneka Tunggal Dharma Jadi Simbol Pergantian Kapolda Jateng dari Irjen Pol Ribut Hari Wibowo kepada Irjen Pol Roy Hardi Siahaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Dua Bocah Tewas di Proyek Miliaran, Pengamanan Bendungan BKB Semarang Dipertanyakan

Berita Terbaru

Boyolali

Perhutani Telawa dan Polsek Juwangi Perkuat Pengamanan Hutan

Jumat, 9 Okt 2026 - 14:29 WIB