Perkuat Kesadaran Lingkungan, USM Bahas Urgensi RTH dalam Tata Kota

- Redaksi

Sabtu, 19 Juli 2025 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara Dialog Ilmiah USM berlangsung lancar. Sabtu (19/7/2025).

Acara Dialog Ilmiah USM berlangsung lancar. Sabtu (19/7/2025).


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Bertempat di Ruang Teleconference Lantai 8 Gedung Prof.Dr.H Muladi, Universitas Semarang (USM) menggelar Dialog Ilmiah dengan mengusung tema “Peran Krusial Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam Menjaga Kualitas Lingkungan Perumahan dan Permukiman (UU No.26 Tahun 2007)”. Sabtu (19/7/2025). pukul 08.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri berbagai narasumber, mulai kalangan akademisi, praktisi, hingga penjabat pemerintahan.

Dialog dipandu oleh Dr. Drs. Adv. H. Kukuh S.A., B.A., S.Sos., S.H., M.H., M.M. selaku moderator. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, birokrasi, hingga masyarakat, menjadi syarat utama terwujudnya kota yang ramah lingkungan dan berkeadilan ekologis.

“Dialog ilmiah tersebut bertujuan untuk memperkuat kesadaran dan pemahaman publik, khususnya kalangan mahasiswa, terhadap pentingnya RTH sebagai bagian integral dalam pembangunan lingkungan perumahan yang berkelanjutan, aman, dan nyaman”, ungkapnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Kaprodi Magister Hukum USM, Dr. Drs. Adv. H. Kukuh S.A., B.A., S.Sos., S.H., M.H., M.M yang menekankan pentingnya kolaborasi antarsektor dalam mewujudkan ruang hijau sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Ruang Terbuka Hijau bukan hanya estetika kota, tapi fondasi kehidupan ekologis yang sehat dan seimbang. Dunia akademik harus terlibat aktif memberikan solusi dan inovasi,” ujar Dr. Drs. Adv. H. Kukuh S.A., B.A., S.Sos., S.H., M.H., M.M dalam sambutannya.

Baca Juga :  Edy Warga Semarang Menduga Dalang Perusakan Tembok Rumah Adalah S

Sebagai pembicara utama, Prof. H. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D. selaku pakar hukum lingkungan dan dosen Magister Hukum USM, sebelum pemaparan menyambut para mahasiswa dan dosen, atas kehadiran dalam dialog. Dalam paparannya, pentingnya keberadaan RTH untuk menanggulangi degradasi lingkungan serta menjaga keseimbangan ekosistem yang akan datang.

“Dicantumkan dalam UU No. 26 Tahun 2007 Tata ruang,menekankan bahwa 30 persen wilayah kota idealnya adalah ruang terbuka hijau. Sayangnya, masih banyak kota besar belum mampu memenuhi itu,Apabila ada pelanggaran dalam tata ruang akan mendapatkan sangsi pidana,” jelas Prof. Sudharto.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Hj. Kesi Widjajanti, S.E., M.M., menyoroti dimensi ekonomi dari RTH. Menurutnya, keberadaan taman dan area hijau mampu meningkatkan nilai properti, mendukung sektor informal, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara langsung.

“RTH memiliki multiplier effect bagi perekonomian,dan mengajarkan kita bagaimana cara berbisnis (Businis Garden)dilingkungan hijau. Ini investasi jangka panjang, bukan beban,tapi bisa meningkatkan perekonomian di ruang terbuka. tegas Prof. Kesi.

Baca Juga :  FJKS Tegaskan Wartawan Dalam Bertugas Tidak Dibebani Izin Birokratis

Perwakilan Pemerintah Kota Semarang, Drs. Yudi Wibowo, S.E., menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong integrasi RTH dalam setiap rencana pembangunan perumahan dan permukiman, termasuk melibatkan masyarakat dalam pemeliharaannya.

“Kami mendorong partisipasi warga untuk menjadikan RTH sebagai ruang hidup bersama, bukan sekadar hiasan,” ungkap Yudi.

Ketua PWI Jawa Tengah, H. Amir Mahmud, S.H., M.H., yang turut hadir sebagai narasumber, menambahkan bahwa RTH juga memiliki nilai sosial yang tinggi dan bisa menjadi ruang interaksi publik yang sehat, termasuk dalam konteks media sosial.

“Peran penting media terhadap RTH adalah menjaga mendorong dan mensuarsi publik untuk memviralkan. peran peran itu sangat bisa untuk berkolaborasi dalam hal menjaga lingkungan, bersimbiosis mutualisme, seperti menampilkan konten atu foto-foto RTH dengan membuka kesadaran masyarakat dengan kebijakan kebijakan pemerintahan (pendekatan Persuasif),” ujarnya.

Acara ini terbuka untuk mahasiswa dari berbagai daerah, baik yang hadir secara luring maupun daring.

Dipenghujung acara moderator menyediakan ruang lingkup untuk tanya jawab dari mahasiswa dan Nara sumber. Panitia juga menekankan pentingnya pengisian presensi sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan akademik. (*)

Editor : Heri

Berita Terkait

Laporan ke Polres Semarang: Istri Kades Diduga Kuasai Aset Pailit dan Pencurian Kayu
28 Tahun Menanti Keadilan: Surung Mangunsong Versus Sertifikat yang Lahir dari Surat Palsu
Kapolda Jateng Cek Pelayanan Polres Semarang, Dapat Laporan Curas Langsung Turun ke TKP
Beredar Narasi Diduga Walikota Semarang Campur Tangan Kasus AW, Agustina: Semua Tidak Benar
Deni Pemilik Angkringan Murup Berikan Santunan kepada Keluarga Almarhum Triyono
Kabid Humas Polda Jateng Ajak Masyarakat Awasi Polri; Laporkan Oknum Yang Melakukan Pungli
Enam Kepala Daerah Ditangkap, Eko Haryanto: OTT KPK di Jateng Belum Berakhir
Kapolda Jateng Pimpin Sertijab 13 Jabatan Strategis, Perkuat Semangat Polisi Bersama Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Laporan ke Polres Semarang: Istri Kades Diduga Kuasai Aset Pailit dan Pencurian Kayu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:22 WIB

28 Tahun Menanti Keadilan: Surung Mangunsong Versus Sertifikat yang Lahir dari Surat Palsu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Kapolda Jateng Cek Pelayanan Polres Semarang, Dapat Laporan Curas Langsung Turun ke TKP

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Deni Pemilik Angkringan Murup Berikan Santunan kepada Keluarga Almarhum Triyono

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Kabid Humas Polda Jateng Ajak Masyarakat Awasi Polri; Laporkan Oknum Yang Melakukan Pungli

Berita Terbaru

Kudus

Pengeroyokan di Krandon Kudus, 8 Pemuda Diamankan Polisi

Selasa, 20 Okt 2026 - 15:57 WIB