Konsisten Berprestasi, Mahasiswi Psikologi USM Raih Mawapres Dua Tahun Berturut-turut

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Prita Febriani, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM), peraih Juara 1 Mahasiswa Berprestasi tingkat universitas tahun 2024 dan 2025. (Dok.Ist)

Foto: Prita Febriani, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM), peraih Juara 1 Mahasiswa Berprestasi tingkat universitas tahun 2024 dan 2025. (Dok.Ist)


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Semarang (USM). Prita Febriani, mahasiswi Fakultas Psikologi, sukses meraih Juara I Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tingkat universitas selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2024 dan 2025.

Ketertarikan Prita terhadap kegiatan pengembangan diri mulai tumbuh sejak semester tiga. Sejak saat itu, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan serta kompetisi, baik akademik maupun nonakademik, di dalam maupun di luar kampus. Langkah tersebut ia tempuh sebagai upaya untuk terus mengasah kemampuan dan memperluas pengalaman.

“Mulai dari semester tiga saya sudah aktif ikut kegiatan dan lomba. Menurut saya, tidak ada yang kebetulan, semua perlu usaha dan persiapan,” ujar Prita.

Pada 2024, Prita dipercaya mewakili Fakultas Psikologi dalam ajang Mahasiswa Berprestasi tingkat universitas. Ia bersaing dengan mahasiswa dari berbagai fakultas dan berhasil keluar sebagai juara pertama.

Prestasi tersebut kemudian mengantarkannya mewakili USM di tingkat regional, di mana ia meraih peringkat lima. Kesuksesan itu kembali terulang pada 2025. Prita kembali mengikuti seleksi Mahasiswa Berprestasi dan berhasil mempertahankan gelar juara pertama di tingkat universitas.

Baca Juga :  Skandal Pelecehan di SDN Leyangan: Guru Ngaji Diduga Terlibat, Upaya Damai Jadi Sorotan

“Di tahun 2025 saya mengikuti Mahasiswa Berprestasi lagi dan bersyukur bisa kembali menjadi juara satu,” ungkapnya.

Menurut Prita, penilaian Mahasiswa Berprestasi tidak hanya berfokus pada prestasi akademik semata. Berbagai aspek lain turut menjadi pertimbangan, seperti keterlibatan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, karya tulis ilmiah, hingga pengalaman sebagai pembicara.

“Penilaian Mawapres itu tidak hanya soal lomba akademik, tetapi juga kegiatan lain seperti pengabdian dan karya,” jelasnya.

Dalam perjalanannya meraih prestasi, tantangan terbesar yang dihadapi Prita adalah membagi waktu antara kewajiban akademik dan persiapan lomba, terutama saat tugas perkuliahan datang bersamaan dengan agenda kompetisi.

“Tantangannya terasa saat tugas kuliah dan lomba datang bersamaan, jadi harus pintar membagi waktu,” katanya.

Untuk mengatasinya, Prita menerapkan manajemen waktu dengan menentukan skala prioritas agar seluruh aktivitas dapat berjalan seimbang.

“Saya biasanya menentukan mana yang harus dikerjakan lebih dulu,” tambahnya.

Baca Juga :  Ranting Kering Menggantung di Jalan Brigjend Katamso Semarang, Warga Khawatir Timbulkan Kecelakaan

Prita juga menekankan pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar. Menurutnya, peran dosen dan pihak kampus, khususnya Fakultas Psikologi USM, sangat membantu selama proses yang dijalani. Dukungan dari keluarga dan teman-teman pun menjadi sumber motivasi yang besar.

“Dosen dan pihak kampus sangat mendukung, begitu juga ibu dan teman-teman yang selalu memberi semangat,” tuturnya.

Gelar Mahasiswa Berprestasi yang diraih memberikan dampak positif bagi dirinya, baik secara personal maupun profesional. Selain menumbuhkan rasa bangga, pencapaian tersebut membuka berbagai peluang baru, terutama dalam bidang akademik dan jejaring.

“Dampaknya, saya jadi lebih bangga dengan diri sendiri. Selain itu, gelar ini membuka peluang baru dan menambah relasi,” ucap Prita.

Ke depan, Prita berharap dapat terus meningkatkan prestasinya dan membawa nama Universitas Semarang ke kancah yang lebih luas.

“Harapannya ke depan bisa berprestasi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga sampai ke tingkat internasional,” pungkasnya. (*)

Editor : Heri

Berita Terkait

Trans Semarang Kejar Ketepatan Waktu, Organda: Kondisi Jalan Berbeda dengan Trans Jakarta
Kisah Suseno Penasihat LBH Ratu Adil: Rawat dan Beri Makan Kucing Jalanan di Semarang
Pengacara di Semarang Diduga Aniaya Anggota Polisi: Resmi Dilaporkan Ke Polrestabes
Polda Jateng Bongkar Jaringan Penipuan Online Internasional Modus Pig Butchering, 38 Pelaku Diamankan
Musibah di Museum Ranggawarsita: Patung Hias Roboh Tewaskan Anak, Ini Penjelasan Disbudparekraf Jateng
Sinergi Polda Jateng dan Tokoh Masyarakat Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Beretika
Perkuat Akuntabilitas, Masyarakat Kota Semarang Diajak Kawal Anggaran Melalui Teknologi Digital
Sinergi Perhutani dan TNI Warnai Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II 2026

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:41 WIB

Trans Semarang Kejar Ketepatan Waktu, Organda: Kondisi Jalan Berbeda dengan Trans Jakarta

Senin, 25 Mei 2026 - 09:31 WIB

Kisah Suseno Penasihat LBH Ratu Adil: Rawat dan Beri Makan Kucing Jalanan di Semarang

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:47 WIB

Pengacara di Semarang Diduga Aniaya Anggota Polisi: Resmi Dilaporkan Ke Polrestabes

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:34 WIB

Polda Jateng Bongkar Jaringan Penipuan Online Internasional Modus Pig Butchering, 38 Pelaku Diamankan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:29 WIB

Musibah di Museum Ranggawarsita: Patung Hias Roboh Tewaskan Anak, Ini Penjelasan Disbudparekraf Jateng

Berita Terbaru