CILACAP || Portaljatengnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Informasi penangkapan ini dikonfirmasi secara resmi oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.
“Benar (ditangkap),” ujar Fitroh dalam pesan tertulis yang diterima pada Jumat (13/3/2026). Hingga saat ini, Fitroh belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait detail operasi tersebut, termasuk jumlah orang yang terjaring maupun barang bukti yang berhasil disita.
Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum bagi pihak-pihak yang terlibat dalam OTT ini.
Syamsul Auliya Rachman, yang lahir pada 30 November 1985, baru saja dilantik menjadi Bupati Cilacap periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025. Alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri angkatan 2004-2008 ini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cilacap periode 2021-2026.
Karier Syamsul dimulai sebagai ajudan Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, pada periode 2009-2012. Setelah itu, ia menempati berbagai jabatan, mulai dari Kasi Trantibum Kecamatan Kedungreja hingga Kasubag Otonomi Daerah. Karier politiknya mulai menanjak ketika ia didapuk sebagai Calon Wakil Bupati mendampingi Tatto Suwarto Pamuji pada Pilkada 2017.
Pada Pilkada 2024, Syamsul maju sebagai Calon Bupati Cilacap dengan berpasangan dengan kader Golkar, Ammy Amalia Fatma Surya, sebagai Calon Wakil Bupati. Pasangan ini berhasil memenangkan pemilihan dengan meraih 414.533 suara atau 43,81% dari total suara, dan memimpin Cilacap untuk masa jabatan 2025–2030. Namun, baru setahun menjabat, Syamsul Auliya Rachman kini terjaring dalam operasi KPK. (Putra/*)







