Diduga Depresi Sakit dan Masalah Ekonomi, Pria Lansia di Blora Nekat Gantung Diri

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


BLORA || Portaljatengnews.com – Seorang warga Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di belakang rumahnya, Kamis, 30 April 2026. Korban diketahui berinisial R, 79 tahun.

Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, S.H. membenarkan kejadian tersebut. “Benar, Polsek Kedungtuban menerima laporan dari perangkat desa sekitar pukul 05.00 WIB. Korban ditemukan pertama kali oleh anaknya dalam kondisi tergantung di pohon kedondong belakang rumah,” terang Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, S.H., Kamis, 30 April 2026.

Korban ditemukan menggunakan tali nilon warna biru yang diikatkan di pohon dengan ketinggian sekitar 2 meter. Petugas yang datang ke lokasi bersama tim medis Puskesmas Kedungtuban, Satpol PP, dan perangkat desa langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar tubuh.

Baca Juga :  Reses Yuyus Waluyo: Politik Lokal yang Berakar pada Kebutuhan Masyarakat

“Dari hasil pemeriksaan medis Bidan Desa Sogo, Sdri. Wiwin Elyanti Maharini, S.Tr.Keb, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Disimpulkan korban meninggal dunia murni akibat gantung diri,” jelas AKP Midiyono.

Berdasarkan keterangan saksi dan warga sekitar, korban tinggal bersama anaknya dan sehari-hari sering mengeluh sakit pada kaki saat berjalan. “Korban diduga mengalami depresi karena faktor usia, keluhan sakit, serta kondisi ekonomi keluarga yang kurang baik,” tambah AKP Midiyono.

Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut ke pihak manapun. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Baca Juga :  Dandim Blora Ingatkan Tugas Anggota TNI AD: Pembinaan dan Jaga Keamanan Wilayah

Polsek Kedungtuban bersama tim Inafis telah melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi, dan mengamankan barang bukti berupa tali nilon, pakaian korban, serta kursi pendek yang digunakan korban. Kasus ini tertuang dalam LP/Gangguan/04/IV/2026/SPKT/Sek Kdtbn/Res Blora/Jateng.

“Polri mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika ada keluarga atau tetangga yang terlihat mengalami tekanan psikis, segera ajak komunikasi atau laporkan ke Bhabinkamtibmas, Babinsa, maupun layanan kesehatan terdekat agar bisa dibantu,” tutup AKP Midiyono.

Laporan: Wawan

Berita Terkait

Tingkatkan Mutu Bibit, Perhutani Divre Jateng Adakan Job Training di Randublatung
Diduga Serangan Jantung, Pria Asal Semarang Meninggal di Hotel Blora
Camat Randublatung dan KPH Bahas Revitalisasi Taman Wisata Randublatung
Sindikat Curanmor Lintas Wilayah di Acara Dangdut Todanan Digulung, 3 Tersangka Berbagi Peran
Perhutani KPH Randublatung Sambut Hangat Peserta Gowes Forest Cycling Community
KPH Randublatung Gelar Audit Penilikan V PHL 2026
Pemprov Jateng Tambah Anggaran Jalan Randublatung-Cepu Blora Jadi Rp28,7 Miliar
HMI Blora Audiensi Ke DPRD Dorong Sumur Minyak Rakyat Bisa Menambah PAD

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:48 WIB

Tingkatkan Mutu Bibit, Perhutani Divre Jateng Adakan Job Training di Randublatung

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:49 WIB

Diduga Serangan Jantung, Pria Asal Semarang Meninggal di Hotel Blora

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:55 WIB

Camat Randublatung dan KPH Bahas Revitalisasi Taman Wisata Randublatung

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:35 WIB

Sindikat Curanmor Lintas Wilayah di Acara Dangdut Todanan Digulung, 3 Tersangka Berbagi Peran

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Randublatung Sambut Hangat Peserta Gowes Forest Cycling Community

Berita Terbaru