Kisah Suseno Penasihat LBH Ratu Adil: Rawat dan Beri Makan Kucing Jalanan di Semarang

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Kepedulian sejati tidak selalu terlihat dari tindakan besar yang ramai dibicarakan, namun seringkali hadir dalam ketulusan yang dilakukan secara diam-diam dan terus-menerus. Seperti yang dilakukan Suseno, penasihat di LBH Ratu Adil, yang memilih mendedikasikan waktu, tenaga, dan sebagian rezekinya untuk merawat serta memberi makan kucing-kucing terlantar yang hidup terabaikan di sudut-sudut Kota Semarang.

Setiap hari, tanpa kenal lelah baik pagi maupun sore, ia menyusuri jalan raya, gang-gang permukiman, hingga sudut terpencil kampung demi menemui makhluk-makhluk kecil yang sering kali terabaikan. Dengan membawa wadah berisi pakan sederhana, kehadirannya selalu dinanti. Bahkan, kucing-kucing itu tampak sudah mengenali sosok yang selalu membawa kebaikan ini, dan langsung berdatangan menghampiri begitu ia tiba di tempat biasa.

Bagi Suseno, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata rasa tanggung jawab dan kasih sayang terhadap sesama ciptaan Tuhan. Ia percaya bahwa setiap makhluk hidup memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, perlindungan, dan kasih sayang.

“Bagi saya, mereka juga ciptaan Allah SWT yang berhak hidup layak. Kalau kita diberi kemampuan dan rezeki lebih, tidak ada salahnya berbagi sedikit untuk meringankan beban mereka yang tidak berdaya,” ujar Suseno dengan nada tulus. Senin (25/5/2026).

Baca Juga :  Lebih dari 2 Abad Berdiri, Pasar Tertua Semarang Kini Menuju Destinasi Wisata Heritage

Kepedulian ini bermula beberapa tahun lalu, saat ia kerap melihat kucing-kucing jalanan dalam kondisi memprihatinkan: kurus kering, kelaparan, bahkan ada yang sakit dan terluka tanpa ada yang peduli. Pemandangan itu menyentuh hatinya, hingga akhirnya ia bertekad untuk tidak hanya sekadar melihat, melainkan turun tangan membantu. Sejak saat itu, ia rutin menyisihkan penghasilannya khusus untuk membeli pakan dan kebutuhan mereka.

Meski kadang mendapat bantuan donasi dari rekan kerja dan masyarakat yang memiliki rasa empati sama, sebagian besar biaya yang dikeluarkan masih ditanggung sepenuhnya dari kantong pribadi. Setiap bulan, ia rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit demi memastikan hewan-hewan tersebut tidak kelaparan.

Lebih dari sekadar memberi makan, rasa peduli Suseno jauh lebih luas. Ia sering kali membawa pulang kucing yang sakit atau terluka untuk dirawat dan diobati dengan cara sederhana namun penuh perhatian. Harapan besarnya sederhana: ingin mengajak lebih banyak orang untuk membuka hati, memiliki empati, dan berhenti melakukan kekerasan terhadap hewan.

Baca Juga :  Ritual Buang Sengkolo Sambut 620 Tahun Kedatangan Laksamana Cheng Ho

“Kita hidup berdampingan dengan makhluk lain di dunia ini. Jangan pernah menyakiti atau mengabaikan mereka. Hal sekecil apa pun, seperti memberi makan atau sekadar tidak mengusir mereka, sudah sangat berarti dan bernilai ibadah,” tegasnya.

Langkah mulia yang dilakukan Suseno mendapat apresiasi tinggi dari warga sekitar. Mereka menilai, keteladanan ini menjadi cermin kebaikan hati, yang membuktikan bahwa nilai kemanusiaan tidak hanya diukur dari bagaimana kita memperlakukan sesama manusia, tetapi juga bagaimana kita bersikap lembut terhadap makhluk yang lebih lemah dan tak berdaya.

Melalui tindakan sederhana namun penuh makna ini, Suseno ingin menyampaikan pesan mendalam: kepedulian tidak harus selalu dalam bentuk yang besar dan mewah. Berbagi dimulai dari ketulusan hati, keinginan untuk peduli, dan keberanian melakukan kebaikan di lingkungan sekitar, sekecil apa pun bentuknya.

(Vio Sari)

Berita Terkait

Polda Jateng Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi Ajakan Aksi di Media Sosial
BNPT Dorong Ponpes Al Muttaqin Bangun Kemandirian Ekonomi
Kombes Pol Slamet Loesiono Ubah Limbah Menjadi Produk Bernilai melalui Proyek “EKSPRESI HIJAU”
Kapolda Jateng Berikan Penghargaan Kepada 37 Personel Polri dan 12 Masyarakat yang Berprestasi
Alas Hak Sudah Dinyatakan Palsu Pengadilan, Perpanjangan SHGB No.722 Tetap Berjalan Tanpa Penindakan
Biddokkes Polda Jateng Bantu Warga Ketahui Kondisi Kesehatan Sejak Dini Melalui Skrining TB Paru Gratis di Sam Poo Kong
Polda Jateng Tindak Tegas Tawuran Antar Kelompok, 4 Remaja Ditetapkan Tersangka, 17 Lainnya DPO
“Tak Enak Tak Bayar”, Durian Pak Eko Semarang Tuai Kepercayaan Warga

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Polda Jateng Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi Ajakan Aksi di Media Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:43 WIB

BNPT Dorong Ponpes Al Muttaqin Bangun Kemandirian Ekonomi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Kombes Pol Slamet Loesiono Ubah Limbah Menjadi Produk Bernilai melalui Proyek “EKSPRESI HIJAU”

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:16 WIB

Kapolda Jateng Berikan Penghargaan Kepada 37 Personel Polri dan 12 Masyarakat yang Berprestasi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Alas Hak Sudah Dinyatakan Palsu Pengadilan, Perpanjangan SHGB No.722 Tetap Berjalan Tanpa Penindakan

Berita Terbaru