Aparat Penegak Hukum Diminta Tindak Tegas Peredaran Rokok Ilegal di Rohil

- Redaksi

Rabu, 19 Maret 2025 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase Foto: tampilan rokok ilegal dan diduga Bos rokok ilegal.

Kolase Foto: tampilan rokok ilegal dan diduga Bos rokok ilegal.

ROKAN HILIR || Portaljatengnews.com – Tingginya kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) setiap tahunnya, menimbulkan sejumlah persoalan baru, yang kemudian dimanfaatkan oleh banyaknya produsen rokok untuk memasarkan produknya dengan harga murah hingga rokok ilegal. Namun eksistensi peredaran rokok ilegal sepertinya dianggap sebelah mata oleh aparat penegak hukum. Rabu (19/3/2025).

Hal itu terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Provinsi Riau. Informasi yang berhasil dihimpun, banyaknya rokok ilegal yang beredar, seperti merk Luffman, Platinum isi 16 batang, Platinum isi 20 batang, Manchester, H Mild, Ok Bold, dan lainnya.

Sejumlah rokok ilegal tersebut diduga masuk melalui jalur sungai jembatan Pedamaran, Kepenghuluan Labuan Tangga Besar, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Menurut keterangan HM. Panggabean, aktivitas bongkar muat rokok ilegal tersebut dilakukan melalui dermaga Tikus sekitar pukul 02.30 WIB setiap harinya. Selanjutnya rokok ilegal tersebut diangkut menggunakan kapal kecil atau bot, kemudian didistribusikan menggunakan truk cold diesel.

Baca Juga :  Berkedok Rumah Makan, Judi Dadu hingga Capjikia Diduga Beroperasi di Kartasura Sukoharjo

“Ada 7 unit truk sekali angkut untuk sekali pengiriman. Dan dalam sebulan aktivitas bisa delapan kali pengiriman,” tuturnya.

Lanjut kata Panggabean, ada seorang pria bernama Joko, yang merupakan warga Labuan Tangga besar, Kecamatan Bangko, diduga menjadi koordinator distribusi rokok ilegal. Disebutkan bahwa Joko juga berperan mengatur pembagian “atensi” kepada oknum aparat penegak hukum.

“Saya mendapatkan informasi bahwa peredaran rokok ilegal ini sudah berlangsung lama dan didukung oleh jaringan yang cukup kuat. Rokok ini diedarkan keberbagai wilayah di Rokan Hilir,” ujar HM. Panggabean, beberapa Minggu lalu.

Sebagai informasi, peredaran rokok tanpa pita cukai merupakan pelanggaran serius yang diatur dalam Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Dalam Pasal 54 disebutkan bahwa:

“Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai, sebagaimana yang dipersyaratkan oleh undang-undang, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.”

Baca Juga :  Publikasi Karya Tulis Akademik sebagai Wujud Kontribusi Pemikiran Serdik Sespimmen

Selain itu, Pasal 56 UU Cukai juga menegaskan bahwa siapapun yang membantu atau melakukan penyelundupan barang kena cukai tanpa izin yang sah dapat dikenakan pidana penjara dan denda berat.

Selain UU Cukai, tindakan ini juga berpotensi melanggar Pasal 55 KUHP terkait persekongkolan dalam tindak pidana serta Pasal 480 KUHP tentang penadahan barang hasil kejahatan.

Masyarakat berharap agar aparat penegak hukum, khususnya Polres Rokan Hilir dan Polda Riau, segera menindaklanjuti informasi ini. Jika benar ada keterlibatan oknum dalam peredaran rokok ilegal ini, maka harus ada tindakan tegas guna menjaga kredibilitas hukum di wilayah tersebut.

(VS)

Editor : Heri

Berita Terkait

Ketua MUI dan FKUB Sukoharjo Ajak Masyarakat Jaga Moderasi dan Kerukunan
Polda Jateng Apresiasi Masyarakat, Konser dan Penyampaian Aspirasi di Borobudur Berlangsung Kondusif
Kembali Kunjungi Ulama di Magelang, Wujud Kedekatan Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan Dengan Tokoh Agama Sejak Awal Masa Jabatan
Jumat Berkah, Satlantas Polres Demak Tebar Kepedulian kepada Masyarakat
Atap Rumah Roboh Menghantam Punggungnya Demi Melindungi Anak, Nasib Nurul Warga Desa Putatnganten Grobogan: Pernah Terdata Bantuan RTLH Namun Beralih ke Orang Lain
Simulakrum Wawuk versus Feminisme (LGBT) — Bagian 1
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Demak Edukasi Pengendara soal Pajak Kendaraan
MAKI‑ICW Peringatkan Potensi Korupsi Besar, Laporan Rangkap Jabatan Demak Diteruskan ke KPK

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:26 WIB

Ketua MUI dan FKUB Sukoharjo Ajak Masyarakat Jaga Moderasi dan Kerukunan

Minggu, 1 November 2026 - 10:10 WIB

Polda Jateng Apresiasi Masyarakat, Konser dan Penyampaian Aspirasi di Borobudur Berlangsung Kondusif

Minggu, 1 November 2026 - 09:02 WIB

Kembali Kunjungi Ulama di Magelang, Wujud Kedekatan Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan Dengan Tokoh Agama Sejak Awal Masa Jabatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Jumat Berkah, Satlantas Polres Demak Tebar Kepedulian kepada Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Simulakrum Wawuk versus Feminisme (LGBT) — Bagian 1

Berita Terbaru