BOYOLALI || Portaljatengnews.com – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa menggelar rapat pembukaan audit penilaian kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) tahun 2026 pada Selasa (27/01/2026), bertempat di Aula Ruang Rapat KPH Telawa.
Pembukaan audit dipimpin oleh Administratur KPH Telawa, Heri Nur Afandi, yang didampingi Wakil Administratur, segenap Kepala Seksi, Asper/KBKPH, Kepala Sub Seksi, serta Penanggung Jawab (PIC) dari masing-masing bidang. Turut menghadiri acara tersebut tim audit internal dari Divisi Regional Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Heri Nur Afandi menyampaikan selamat datang kepada tim audit dan mengimbau seluruh PIC untuk memastikan kelengkapan dokumen yang diperiksa sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang berlaku.
“Kami berharap dokumen yang disiapkan sudah memenuhi standar sehingga tidak memerlukan banyak perbaikan. Apabila terdapat kekurangan, kami mohon kesempatan untuk melakukan penyempurnaan agar semua bukti, dokumen, dan data dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus menjadi dasar yang solid untuk mendukung audit eksternal mendatang,” ujarnya.
Kepala Sub Seksi K3L KPH Randublatung, Supriyono, selaku Ketua Tim Audit PHPL menjelaskan bahwa audit internal ini melibatkan empat orang auditor dan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 27 hingga 28 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kesiapan Perum Perhutani menghadapi audit PHPL wajib tahun 2026 yang akan dilaksanakan secara multisite di tingkat korporat Divisi Regional, dengan KPH Telawa sebagai salah satu sampel wilayah Jawa Tengah.
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada rapat pembukaan dan pengecekan dokumen per PIC. Hari kedua, tim audit melakukan verifikasi langsung di lapangan terkait aspek prasyarat, produksi, sosial, dan ekologi. Proses penilaian berdasarkan dokumen legalitas, perencanaan, realisasi, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Auditor juga melakukan wawancara dengan pihak yang diaudit untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dan implementasi di lapangan.
Melalui pelaksanaan audit ini, Perhutani berharap memperoleh rekomendasi strategis untuk meningkatkan kinerja organisasi, meminimalkan potensi kerugian, serta memperkuat kemitraan dalam pengelolaan hutan lestari. Audit ini juga diharapkan dapat memperkuat sistem kerja, menjaga kredibilitas sertifikat Pengelolaan Hutan Lestari (PHL), serta menjadi landasan baru dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.
Laporan: Wahyu
Editor : Heri
Sumber Berita : Kom-PHT/Tlw/W3P







