Parade Sewu Kupat Muria: Warisan Budaya yang Mempersatukan Masyarakat Lereng Muria

- Redaksi

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Panitia Parade Sewu Kupat, Suwanto, S.E.

Ketua Panitia Parade Sewu Kupat, Suwanto, S.E.


KUDUS || Portaljatengnews.com – Tradisi budaya Parade Sewu Kupat Muria akan kembali digelar di Taman Ria Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, pada Sabtu 28 Maret 2026 mendatang.

Agenda budaya tahunan ini menjadi wujud kebersamaan masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah lama hidup di kawasan wisata Muria. Ribuan kupat akan diarak dalam parade yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Acara yang dilaksanakan secara gotong royong ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Seluruh elemen bersatu menyengkuyung kegiatan budaya yang telah menjadi tradisi turun-temurun tersebut.

Baca Juga :  Pemerintah Desa Sidorekso Kaliwungu Beberkan Keunggulan Dalam Lomba Desa Kabupaten Kudus

Ketua Panitia Parade Sewu Kupat, Suwanto, S.E., menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga simbol persatuan masyarakat lereng Muria dalam menjaga warisan leluhur dan mengembangkan tradisi.

“Parade Sewu Kupat ini adalah pengembangan tradisi yang kami jaga dan lestarikan bersama. Bukan hanya mempertahankan acara tahunan saja, tapi juga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Ini adalah wujud kebersamaan dan gotong royong untuk menjaga budaya yang telah diwariskan para pendahulu,” ujarnya. Selasa (17/3/2026).

Baca Juga :  3 Kader PDIP Kudus Datangi Kejaksaan Serahkan Berkas LPJ Dana Bantuan Politik 2022 Hingga 2024

Menurut Suwanto, S.E., menjaga tradisi berarti menjaga nilai luhur yang membentuk karakter masyarakat.

“Parade Kupat ini bukan sekadar acara, tetapi juga pengingat bahwa budaya mengajarkan kita tentang kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur. Nilai-nilai itulah yang ingin terus kami wariskan kepada generasi muda,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Desa Colo berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun dapat terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. (Fzn)

Editor : Heri

Berita Terkait

Polisi Sita 40 Botol Miras dari Dua Penjual di Dawe Kudus
Polres Kudus Salurkan 33 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Glagahwaru
Usai Tarik Rp 208 Juta di Bank, Uang dan Laptop Warga Kudus Raib dari Mobil
Polres Kudus Latih 399 Siswa SMKN 1 Kudus Pahami AI dan Waspadai Kejahatan Siber
HUT Kejaksaan ke-81, Kapolres Kudus Tekankan Pentingnya Sinergitas Antarlembaga
Sugianto Bantah Mabuk: Proses Tukar Tanah Desa Jatiwetan Sesuai Aturan
Kecelakaan Kerja di PG Rendeng Kudus, Seorang Pekerja Meninggal Dunia
Pemprov Jateng Salurkan 61 Kursi Roda Adaptif dan 27 Kaki Palsu untuk Penyandang Disabilitas

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:22 WIB

Polisi Sita 40 Botol Miras dari Dua Penjual di Dawe Kudus

Sabtu, 12 September 2026 - 10:18 WIB

Polres Kudus Salurkan 33 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Glagahwaru

Selasa, 8 September 2026 - 21:53 WIB

Usai Tarik Rp 208 Juta di Bank, Uang dan Laptop Warga Kudus Raib dari Mobil

Selasa, 8 September 2026 - 07:47 WIB

Polres Kudus Latih 399 Siswa SMKN 1 Kudus Pahami AI dan Waspadai Kejahatan Siber

Rabu, 2 September 2026 - 14:40 WIB

HUT Kejaksaan ke-81, Kapolres Kudus Tekankan Pentingnya Sinergitas Antarlembaga

Berita Terbaru

Demak

Polres Demak Ungkap Tawuran Maut, Empat Anak Diamankan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:34 WIB