SEMARANG || Portaljatengnews.com – Perhutani KPH Semarang menghadiri Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Indra Prastha, Desa Candisari, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Rabu (24/06).
Kegiatan yang mengusung tema “Komitmen, Satu Aksi Nyata, Wujudkan Jawa Tengah Bebas Karhutla” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun 2026.
Perhutani KPH Semarang dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Wakil Administratur/KSKPH Semarang, Andi Henu, didampingi tujuh personel Polisi Hutan, Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan, Pembina Pramuka Saka Wanabakti, serta tiga orang perwakilan anggota Pramuka Saka Wanabakti KPH Semarang.
Apel kesiapsiagaan dipimpin oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, S.Hut., M.S.E., dan dihadiri oleh Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Sekretaris Divisi Regional Jawa Tengah beserta jajaran, Administratur dari 20 KPH lingkup Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah bersama perwakilan Polisi Hutan Perhutani, Kapolres Boyolali, Komandan Kodim 0724/Boyolali, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III, Kepala Balai Taman Hutan Raya KGPAA Mangkunagoro I, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan di Jawa Tengah, perwakilan Pramuka Saka Wanabakti Provinsi Jawa Tengah, anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), serta perwakilan masyarakat dan Pemerintah Desa Candisari, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.
Dalam amanatnya, Heru Djatmika menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tahun 2026 berpotensi dipengaruhi fenomena El Nino yang dapat menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang dan lebih kering sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut perlu disikapi dengan meningkatkan kesiapsiagaan, kewaspadaan, serta upaya pencegahan yang melibatkan seluruh pihak terkait.
Ia menegaskan bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif apabila terjadi kebakaran.
“Melalui apel kesiapsiagaan ini, saya mengajak seluruh stakeholder untuk memperkuat kerja sama, meningkatkan kesiapan personel dan sarana pendukung, serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah, serta meningkatkan kemampuan penanganan apabila terjadi kebakaran agar tidak menimbulkan kerugian yang besar bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Administratur/KSKPH Semarang Andi Henu menyampaikan bahwa keikutsertaan Perhutani KPH Semarang dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Perhutani dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian karhutla melalui sinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat.
“Perhutani KPH Semarang siap mendukung upaya pengendalian karhutla melalui patroli preventif, sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan, peningkatan kapasitas personel, serta penguatan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait,” ungkapnya.
Selain pelaksanaan apel, kegiatan juga diisi dengan simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang melibatkan unsur Perhutani, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta berbagai elemen lainnya. Simulasi tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi lapangan dalam menghadapi potensi kejadian kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesiapsiagaan yang semakin kuat dan terintegrasi antarinstansi sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jawa Tengah dapat berjalan secara optimal, terutama menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Laporan: Wahyu






