Dasar Pertimbangan dan Rujukan Untuk Antisipasi Penanganan Abrasi dan Rob Pada Wilayah Utara Kabupaten Demak

- Redaksi

Minggu, 16 November 2025 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kanan: Maula F Andhi.

Foto kanan: Maula F Andhi.

Disusun dan dikaji oleh :
Maula F Andhi
Konsultan Bidang Tata Pemerintahan dan Regulasi Kebijakan Publik RI

Portaljatengnews.com – Kabupaten Demak adalah identik dengan lokasi daerah pada wilayah provinsi Jawa Tengah yang rawan dan terdampak adanya Abrasi dan Rob setiap saat, dalam hal ini kami ingin memberikan rekomendasi, saran serta rujukan untuk mengantisipasi adanya persoalan dan permasalahan tersebut baik secara teknis dan non teknis terkait dengan hal tersebut.

Penanganan rob (banjir pasang air laut) dan abrasi (pengikisan pantai) memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup upaya teknis (infrastruktur) dan alami (ekologis), serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Berikut adalah langkah dan upaya untuk menangani rob dan abrasi :
1. Upaya Alami (Natural/Soft Structure), Upaya ini berfokus pada pelestarian dan pemanfaatan ekosistem alam untuk perlindungan pantai.

– Penanaman dan Pelestarian Hutan Bakau (Mangrove): Ini adalah salah satu cara paling efektif secara biologis untuk mencegah abrasi. Akar bakau yang kuat berfungsi untuk menahan gelombang air laut, mengurangi energi ombak, serta mengendapkan sedimen.

– Melestarikan Terumbu Karang dan Vegetasi Pantai : Terumbu karang alami berfungsi sebagai pemecah ombak di lepas pantai, sementara vegetasi pantai lainnya membantu menjaga stabilitas tanah dan pasir di daratan.

Baca Juga :  Atasi Air Rob DPRD Demak Sahkan 4 Perda Baru

– Memperbanyak Lahan Resapan Air : Mencegah penurunan muka tanah (yang memperparah rob) dengan mengurangi penggunaan air tanah yang berlebihan dan memperbanyak area hijau di daratan.

2. Upaya Teknis (Technical/Hard Structure), Upaya ini melibatkan pembangunan infrastruktur fisik untuk melindungi area pesisir.

– Pembangunan Tanggul Laut dan Seawall : Pembangunan tanggul permanen (seperti di pesisir utara Jakarta dan Demak) di sepanjang pantai atau muara sungai untuk menahan limpasan air pasang (rob) ke daratan.

– Pembangunan Pemecah Ombak (Breakwater) dan Krib (Groin) : Struktur buatan ini dibangun di lepas pantai atau tegak lurus pantai untuk memecah energi gelombang sebelum mencapai daratan, sehingga mengurangi abrasi.

– Normalisasi dan Pembuatan Saluran Air yang Baik : Memastikan sistem drainase dan saluran air berfungsi optimal untuk mengalirkan air rob yang masuk kembali ke laut atau ke penampungan sementara.

– Pembangunan Tempat Pompa Air : Menyediakan fasilitas pompa untuk memompa air laut yang masuk ke daratan dan mengarahkannya ke area penampungan.

Baca Juga :  Turnamen Voli 'Kapolres Cup 2025' Meriahkan Hari Bhayangkara ke-79 di Demak

– Penimbunan Pasir (Beach Nourishment) : Menambahkan timbunan pasir pada pantai yang mengalami erosi untuk mengembalikan kondisi pantai seperti semula.

3. Upaya Non-Struktural dan Kebijakan, Upaya ini berfokus pada manajemen, perencanaan, dan peningkatan kesadaran.

– Pengembangan Sistem Peringatan Dini : Membangun sistem peringatan dini yang efektif untuk memberikan informasi kepada masyarakat pesisir tentang potensi rob atau gelombang tinggi.

– Edukasi dan Peningkatan Kesadaran Masyarakat : Melibatkan masyarakat secara luas melalui sosialisasi dan kegiatan yang meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan pesisir, termasuk pengelolaan sampah dan larangan membangun di area terlarang.

– Penataan Tata Ruang Pesisir : Menerapkan kebijakan tata ruang yang ketat, termasuk menghindari pembangunan pemukiman di area yang sangat rawan bencana rob dan abrasi.

– Kerja Sama Multihak : Melibatkan pemerintah daerah, pusat, akademisi, LSM, dan sektor swasta dalam perencanaan dan implementasi solusi yang terintegrasi.

– Substitusi Penggunaan Air Tanah : Di daerah yang mengalami penurunan muka tanah (land subsidence), pemerintah perlu mendorong penggunaan air bersih dari sumber lain (seperti SPAM Regional) untuk mengurangi ekstraksi air tanah.

Editor : Heri

Berita Terkait

Sertijab Kasat Lantas dan Kapolsek Mranggen, Kapolres Demak Tekankan Pelayanan Publik
Resmob Polres Demak Amankan 3 Terduga Pelaku Pengeroyokan Remaja hingga Tewas
​Cegah Peredaran Narkotika, Satresnarkoba Polres Demak Gelar Operasi Mendadak di Rutan Demak
Polres Demak Selidiki Kematian Pria di Jalur Pantura, Identitas Korban Belum Diketahui
Polres Demak Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam
Berantas Peredaran Miras, Polsek Karanganyar Amankan Puluhan Botol dan Mesin Pres
Kapolres Demak Resmikan Fasilitas Latihan Menembak Al Fath
Polres Demak Ajak Pelajar Perkuat Karakter melalui Nilai Pancasila

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Sertijab Kasat Lantas dan Kapolsek Mranggen, Kapolres Demak Tekankan Pelayanan Publik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Resmob Polres Demak Amankan 3 Terduga Pelaku Pengeroyokan Remaja hingga Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:46 WIB

​Cegah Peredaran Narkotika, Satresnarkoba Polres Demak Gelar Operasi Mendadak di Rutan Demak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Polres Demak Selidiki Kematian Pria di Jalur Pantura, Identitas Korban Belum Diketahui

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Polres Demak Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam

Berita Terbaru