SEMARANG || Portaljatengnews.com – Suasana khidmat dan penuh semangat menggema di Waduk Jatibarang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada Kamis (29/1/2026) bertepatan dengan 10 Rajab 1447 Hijriah.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suko Makmur tidak hanya menghidupkan kembali tradisi larungan lokal yang sudah ada sejak lama, tetapi juga meresmikan Dermaga Kopi sebagai bukti bahwa budaya leluhur bisa bersinergi dengan perkembangan wisata masa kini.
Dihadiri oleh berbagai pihak penting mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, Basarnas, BBWS Pemali Juana, Perum Jasa Tirta I, OP Waduk Jatibarang, Jasa Raharja, hingga unsur keamanan dan pemerintah daerah seperti Koramil, Polsek, Camat, dan Lurah Kandri, acara ini dipimpin langsung oleh Ketua Pokdarwis Suko Makmur, Bapak Majuri, bersama Wakil Ketua Bapak Galih Putra Wijaya.
“Bukan sekadar acara formal belaka, larungan ini adalah cara kita mengucapkan terima kasih kepada Sang Pencipta, sekaligus mengingatkan kita semua agar tidak pernah melupakan akar budaya yang sudah mengalir dalam darah masyarakat kita,” ujar Majuri dengan penuh semangat.
Ia juga mengungkapkan harapan besar agar Waduk Jatibarang tidak hanya dikenal di sekitar Kota Semarang saja. “Kita ingin kawasan ini menjadi destinasi wisata nasional yang bisa membanggakan tempat di mana keindahan alam, kekayaan budaya, dan kearifan lokal bisa bertemu dan memberikan manfaat nyata bagi semua orang,” tambahnya.
Yang paling dinanti adalah peresmian Dermaga Kopi! Tempat baru ini bukan hanya jadi tempat nongkrong atau bertemu bagi wisatawan, tetapi juga dirancang sebagai sarana untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lokal dengan mengangkat produk dan identitas khas Kandri.

Kegiatan tersebut menjadi bukti jelas bahwa pelestarian budaya tidak harus bertentangan dengan kemajuan. Dengan kerja sama yang baik, rasa syukur, warisan leluhur, dan pembangunan wisata bisa berkembang bersama – menjadikan nilai-nilai baik tetap hidup dan relevan di tengah arus zaman.
Laporan: Angger







