Larungan Waduk Jatibarang dan Peresmian Dermaga Kopi Berlangsung Khidmat

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana larungan Waduk Jati Barang Kelurahan Kandri, Kec. Gunungpati, Kota Semarang. Kamis (29/1/2026).

Suasana larungan Waduk Jati Barang Kelurahan Kandri, Kec. Gunungpati, Kota Semarang. Kamis (29/1/2026).


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Suasana khidmat dan penuh semangat menggema di Waduk Jatibarang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada Kamis (29/1/2026) bertepatan dengan 10 Rajab 1447 Hijriah.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suko Makmur tidak hanya menghidupkan kembali tradisi larungan lokal yang sudah ada sejak lama, tetapi juga meresmikan Dermaga Kopi sebagai bukti bahwa budaya leluhur bisa bersinergi dengan perkembangan wisata masa kini.

Dihadiri oleh berbagai pihak penting mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, Basarnas, BBWS Pemali Juana, Perum Jasa Tirta I, OP Waduk Jatibarang, Jasa Raharja, hingga unsur keamanan dan pemerintah daerah seperti Koramil, Polsek, Camat, dan Lurah Kandri, acara ini dipimpin langsung oleh Ketua Pokdarwis Suko Makmur, Bapak Majuri, bersama Wakil Ketua Bapak Galih Putra Wijaya.

Baca Juga :  Paguyuban Seni Reog "Satrio Mudo Krajan" Diresmikan, Momentum Kebangkitan Budaya Lokal di Pagersari

“Bukan sekadar acara formal belaka, larungan ini adalah cara kita mengucapkan terima kasih kepada Sang Pencipta, sekaligus mengingatkan kita semua agar tidak pernah melupakan akar budaya yang sudah mengalir dalam darah masyarakat kita,” ujar Majuri dengan penuh semangat.

Ia juga mengungkapkan harapan besar agar Waduk Jatibarang tidak hanya dikenal di sekitar Kota Semarang saja. “Kita ingin kawasan ini menjadi destinasi wisata nasional yang bisa membanggakan tempat di mana keindahan alam, kekayaan budaya, dan kearifan lokal bisa bertemu dan memberikan manfaat nyata bagi semua orang,” tambahnya.

Baca Juga :  Penggusuran Tempat Tinggal, Warga Bandarjo Ungaran Mengaku Diintimidasi

Yang paling dinanti adalah peresmian Dermaga Kopi! Tempat baru ini bukan hanya jadi tempat nongkrong atau bertemu bagi wisatawan, tetapi juga dirancang sebagai sarana untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lokal dengan mengangkat produk dan identitas khas Kandri.

Kegiatan tersebut menjadi bukti jelas bahwa pelestarian budaya tidak harus bertentangan dengan kemajuan. Dengan kerja sama yang baik, rasa syukur, warisan leluhur, dan pembangunan wisata bisa berkembang bersama – menjadikan nilai-nilai baik tetap hidup dan relevan di tengah arus zaman.

Laporan: Angger

Berita Terkait

Ratusan Sertifikat Dibatalkan, Warga Bulusan Tuntut Kepastian Hukum
Kapolda Jateng Tegaskan Peringatan May Day Tanpa Kekerasan, 1.133 Personel Polri Siap Berikan Pelayanan Humanis Saat Aksi Unjuk Rasa
Curi Tas Milik Pedagang, Polsek Semarang Tengah Gercep Ungkap Identitas Dua Pelaku
Perhutani KPH Semarang Sosialisasikan PKB Periode 2025–2027 kepada Karyawan
Perkuat Sinergi, Polda Jateng dan Lapas Semarang Sepakat Cekal Peredaran Narkoba
Menang di PTUN, Tiga Mantan Direksi PDAM Tirta Moedal Siap Gugat Wali Kota ke Perdata
Semarak Hari Bumi, Perhutani Hadiri Penanaman Pohon Mahasiswa Undip di Demak
Tinjau Tanaman Gamal di Semarang, Dirut Perhutani Tekankan Pentingnya Keamanan Hutan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:25 WIB

Ratusan Sertifikat Dibatalkan, Warga Bulusan Tuntut Kepastian Hukum

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:53 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Peringatan May Day Tanpa Kekerasan, 1.133 Personel Polri Siap Berikan Pelayanan Humanis Saat Aksi Unjuk Rasa

Kamis, 30 April 2026 - 20:26 WIB

Curi Tas Milik Pedagang, Polsek Semarang Tengah Gercep Ungkap Identitas Dua Pelaku

Kamis, 30 April 2026 - 16:30 WIB

Perhutani KPH Semarang Sosialisasikan PKB Periode 2025–2027 kepada Karyawan

Kamis, 30 April 2026 - 16:23 WIB

Perkuat Sinergi, Polda Jateng dan Lapas Semarang Sepakat Cekal Peredaran Narkoba

Berita Terbaru

Foto: Sri Tenang Asih

Pemalang

Ngurus Kasus Anak, Sri Tenang Asih Mengaku Rugi Puluhan Juta

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:53 WIB