BLORA || Portaljatengnews.com – Pelapor berinisial (WL) bersama satu saksi (S) dalam kasus dugaan Penyalahgunaan Dokumen BPJS Ketenagakerjaan yang melibatkan perangkat desa Plosorejo Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, kembali memenuhi panggilan penyidik Unit 1 di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Blora, Kamis (12/2/2026).
Dari pantauan dilapangan, WL dan S merupakan warga Kecamatan Randublatung itu tiba di Mapolres Blora sekira pukul 08.30 WIB. Selang setengah jam atau sekitar pukul 09.06 WIB keduanya memasuki ruang penyidik untuk menjalani pemeriksaan.
WL dan S diperiksa secara marathon, tampak mereka keluar ruangan diberikan istirahat untuk makan dan sholat pada pukul 13.30 WIB kemudian bergegas masuk ruangan kembali satu jam kemudian.
Kasat Reskrim Polres Blora melalui Kanit 1 Ipda. Suwanto saya dikonfirmasi mengatakan, bahwa lamanya pemeriksaan merupakan upaya pendalaman yang saat ini tengah ditangani.
“Ini memang lama, kami terus melakukan pendalaman,” ujarnya.
Sementara itu, S selalu saksi saat dikonfirmasi mengaku, jika dirinya dicerca puluhan pertanyaan.
“Saya lupa berapa pertanyaan, tapi banyak pertanyaannya seputar kasus penyalahgunaan dokumen atas pencairan BPJS ketenagakerjaan,” katanya.
Terpisah, WL mengaku, jika pertanyaan yang diajukan memang banyak sekali. Dia berharap agar kasusnya segera gamblang. “Sudah beberapa kali saya diminta keterangan, harapannya segera gamblang,” ucapnya.
Dari informasi terpercaya salah satu bank juga dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan pungli dan pemerasan BPJS Ketenagakerjaan.
“Salah satu bank yang mencairkan dana, hari ini rencana dipanggil unit 2,” ucapnya.
Kasus tersebut mencuat setelah adanya laporan dari warga yang merasa menjadi korban terkait pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan yang dinilai tidak sesuai. Kemudian korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Blora dengan dugaan pungli dan pemerasan. Adapun kasus tersebut diduga melibatkan oknum perangkat desa Ngrawut inisial P beserta istrinya inisial NY.
Polisi telah melakukan penyelidikan mendalam dan berjanji akan menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat dalam kasus tersebut.
Masyarakat Blora berharap agar pihak kepolisian dapat segera menuntaskan kasus ini dan memberikan keadilan bagi para korban. Kasus ini menjadi perhatian serius karena mencoreng citra pemerintahan desa dan merugikan masyarakat.
Laporan: Wawan
Editor : Heri







