SEMARANG || Portaljatengnews.com – Dugaan aksi perundungan dengan kekerasan berat terjadi di lingkungan kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Korban adalah mahasiswa berinisial A (20 tahun), yang terdaftar di Program Studi Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya. Diduga, ia menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekitar 30 mahasiswa lainnya. Kamis (5/3/2026).
Peristiwa tersebut dikatakan terjadi di area kampus pada malam hari. Berdasarkan informasi yang diperoleh, insiden diawali dari cekcok yang diduga muncul akibat persoalan internal antar mahasiswa, sebelum situasi memanas dan berujung pada aksi kekerasan bersama-sama.
Korban mengalami luka cukup serius, antara lain patah hidung dan dugaan gegar otak. Ia telah mendapatkan perawatan medis setelah menjadi sasaran pukulan dan tendangan secara berulang. Sejumlah saksi menyatakan bahwa korban sempat tersungkur dan tidak berdaya selama pengeroyokan berlangsung.
Dikabarkan keluarga korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai hukum. Aparat kepolisian sedang mendalami kronologi lengkap peristiwa serta mengevaluasi kemungkinan unsur pidana yang terlibat.
Sementara itu, pihak kampus Undip menyatakan tengah melakukan penyelidikan internal terkait dugaan kekerasan tersebut. Disebutkan tidak mentoleransi segala bentuk perundungan maupun kekerasan di lingkungan akademik.
Kasus ini kembali menyoroti persoalan kekerasan dan budaya perundungan di lingkungan perguruan tinggi, yang seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang. (VS/*)







