KUDUS || Portaljatengnews.com – Tradisi Sedekah Bumi yang telah mengakar kuat dan diwariskan turun-temurun kembali digelar meriah di Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus ungkapan rasa syukur, Pemerintah Desa Sambung menggelar pagelaran seni pertunjukan wayang kulit dengan mengangkat lakon bertema petani, “Pendowo Tani”.
Pentas seni berlangsung di halaman depan Balai Desa Sambung, di Jalan Kudus–Purwodadi Km 13, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang memadati lokasi acara. Dalam pagelaran ini, Ki Suwagi dipercaya sebagai dalang yang membawakan kisah sarat makna tersebut.
Lakon Pendowo Tani bukan sekadar hiburan semata. Cerita ini kaya akan pesan moral yang relevan dengan kehidupan masyarakat pedesaan, mengangkat nilai-nilai kerja keras, semangat gotong royong, serta pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan dalam bermasyarakat.
Kepala Desa Sambung, Astuti Widiyawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dijaga keberadaannya. Bagi warga desa, Sedekah Bumi adalah momen sakral untuk berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan berkah hasil pertanian dan keselamatan yang senantiasa diberikan.
“Tradisi ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan wujud rasa syukur kami atas keberhasilan panen dan karunia alam. Selain itu, ini adalah upaya kami melestarikan warisan leluhur dan menjaga kesenian wayang kulit agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. Tak kalah penting, kegiatan ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujar Astuti.
Selain menyaksikan pertunjukan wayang, rangkaian acara juga diisi dengan doa bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan jajaran perangkat desa.
Pemerintah Desa Sambung berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi ini, yaitu kebersamaan dan semangat gotong royong, dapat terus terpatri dan menjadi kekuatan utama kemajuan desa. Di sisi lain, masyarakat pun menyambut antusias acara ini. Mereka menilai kisah Pendowo Tani sangat relevan dengan keseharian warga, memberikan hiburan sekaligus pelajaran hidup yang mendalam, khususnya bagi para petani yang menjadi tulang punggung desa.
Laporan: Faizun
Editor : Portaljatengnews.com







