Korban Dugaan Pengeroyokan di Semarang: Luka Lama Terbuka, Minta Kasus Ditindak Tegas

- Redaksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kolase: MS, Korban dugaan pengeroyokan nampak luka dan lebam.

Foto kolase: MS, Korban dugaan pengeroyokan nampak luka dan lebam.


SEMARANG || Portaljatengnews.com – Sebuah peristiwa dugaan pengeroyokan terjadi di kawasan Jalan Wolter Monginsidi, Pedurungan, Kota Semarang, pada Senin, 9 Maret 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini melibatkan tiga orang yang diduga sebagai pelaku, yakni berinisial NS, FS, dan P.

Korban, MS (25 tahun), mengaku mengalami kekerasan fisik yang menimbulkan luka di sejumlah bagian tubuh, serta memperparah kondisi fisiknya yang memang sudah memiliki keterbatasan akibat kecelakaan lalu lintas sebelumnya yakni pincang (kaki).

Menurut keterangan korban yang disampaikan kepada wartawan di kantor redaksi Viosarinews, pada Jumat (24/4/2026). Awal mula kejadian bermula dari interaksi di media sosial. Saat itu, tepat pukul 16.00 WIB, MS sedang melakukan siaran langsung (live) di aplikasi TikTok. Tanpa diduga, muncul komentar dari akun bernama NS yang kemudian menagih utang.

“Saat itu saya baru saja mulai siaran langsung, tiba-tiba ada komentar menagih utang dari NS. Saya langsung tanggapi dan tanya, ‘Utang apa? Saya tidak punya utang sama sekali’. Tapi NS menjawab singkat dan kasar, ‘Jangan banyak bicara, kita bertemu saja’. Saya tanya lagi di mana tempat pertemuan, dia jawab ‘Saya tunggu di Jalan Wolter Monginsidi’,” ungkap MS mengenang momen awal kejadian itu.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi, Polda Jateng dan Lapas Semarang Sepakat Cekal Peredaran Narkoba
Foto korban MS, saat di kantor redaksi Viosarinews, pada Jumat (24/4/2026).

Tak ingin ada kesalahpahaman, sekitar pukul 16.30 WIB, korban berangkat menuju lokasi tersebut bersama tiga rekannya. Sesampainya di tempat cucian mobil yang menjadi titik temu di Jalan Wolter Monginsidi sekitar pukul 17.00 WIB, MS memutuskan masuk ke ruangan sendirian, sementara ketiga temannya menunggu di luar.

“Begitu masuk, saya berniat menanyakan kejelasan soal utang yang dituduhkan itu. Namun belum sempat bicara panjang lebar, NS tiba-tiba memukul wajah saya. Tidak hanya dia, adiknya berinisial FS juga langsung ikut memukul. Saya dikeroyok. Saat yang sama, ada orang lain berinisial P memegangi tubuh saya dari belakang sambil memiting leher, sehingga saya tidak bisa bergerak atau melawan,” jelas MS dengan nada masih teringat rasa takut dan sakit.

Pelaku, kata korban, bertindak sewenang-wenang. NS dan FS terus memukul kepala, wajah, serta menendang bagian perut korban hingga akhirnya tubuhnya dilempar paksa ke luar ruangan oleh P. Kejadian itu berlangsung cepat namun meninggalkan dampak fisik yang cukup serius.

Baca Juga :  KPH Telawa Ikuti Audit Kepatuhan dan Evaluasi Perjanjian Kerja Sama Perhutani Jateng

Segera setelah peristiwa itu, MS melapor ke kantor Kepolisian Sektor Pedurungan guna menuntut keadilan dan perlindungan hukum.

Kini, pasca kejadian, kondisi kesehatannya makin terganggu. Ia sering mengeluh sakit hebat di sekujur tubuh, terutama di bagian perut dan kepala yang sering terasa pening. Yang lebih memprihatinkan, luka bekas jahitan di tubuh bagian belakang akibat kecelakaan sepeda motor beberapa bulan lalu kembali terbuka, dan terasa nyeri luar biasa akibat pukulan dan tendangan para pelaku.

Korban berharap pihak kepolisian dapat memproses kasus ini secara hukum yang berlaku, mengungkap kebenaran, dan memberikan rasa aman serta keadilan bagi dirinya yang kini harus menanggung penderitaan fisik maupun mental akibat perbuatan pihak yang diduga telah melakukan tindak kekerasan tersebut.

Untuk diketahui, pelaku inisial NS, pada Kamis (4/6/2026) sudah diamankan oleh unit reskrim Polsek Pedurungan. Polisi saat ini masih memburu pelaku lainnya.

(Vio Sari)

Berita Terkait

Pengeroyokan di Jalan Wolter Monginsidi Pedurungan, Satu Pelaku Diamankan, Polisi Buru Lainnya
Perhutani KPH Semarang Cek Lokasi Pohon Sonokeling Tumbang di Jateng Valley
Polda Jateng Gandeng FBI Ungkap Penipuan Crypto Lintas Negara Beromzet Rp 41 Miliar
Modus Agrowisata Jadi Kedok Tambang, RPK-RI dan LMKPI Bongkar Empat Pelanggaran Krusial di Jawa Tengah
Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Pelanggaran Hukum Warnai Operasi Tambang di Tuntang, Semarang
Pembangunan Jembatan Simongan Dimulai, DPUPR Kota Semarang dan PT Praba Mas Hill Terapkan Perencanaan Matang
Tambang Berkedok Agrowisata Marak di Jateng, RPK-RI Ungkap Keterlibatan Oknum Pejabat
Proyek Wisata Nandanavana: Diduga Izin Tak Lengkap, Suara Pers Justru Ingin Dibungkam

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:11 WIB

Korban Dugaan Pengeroyokan di Semarang: Luka Lama Terbuka, Minta Kasus Ditindak Tegas

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:12 WIB

Pengeroyokan di Jalan Wolter Monginsidi Pedurungan, Satu Pelaku Diamankan, Polisi Buru Lainnya

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:07 WIB

Polda Jateng Gandeng FBI Ungkap Penipuan Crypto Lintas Negara Beromzet Rp 41 Miliar

Senin, 1 Juni 2026 - 09:28 WIB

Modus Agrowisata Jadi Kedok Tambang, RPK-RI dan LMKPI Bongkar Empat Pelanggaran Krusial di Jawa Tengah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:17 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Pelanggaran Hukum Warnai Operasi Tambang di Tuntang, Semarang

Berita Terbaru