KUDUS || Portaljatengnews.com – Beberapa siswa SMA Negeri 2 Kudus mengalami gangguan psikis berupa trauma setelah kejadian keracunan masal yang melanda mereka pada Kamis pagi (29/01/2026). Insiden ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi (MBG) yang disuplai dari sekolah penggerak (SPPG) Porwosari.
Trauma yang dialami siswa terwujud dalam bentuk rasa takut yang muncul saat mendengar kata “MBG”. Hal ini dikarenakan mereka menyaksikan langsung kepanikan saat insiden terjadi, termasuk proses evakuasi teman-teman yang sakit ke rumah sakit menggunakan ambulans. Beberapa di antaranya bahkan mengalami kejutan yang berdampak pada kondisi psikis mereka.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kudus, Nur Afifudin, mengkonfirmasi hal tersebut saat ditemui awak media.
“Sebagian siswa trauma saat mendengar kata MBG. Mereka takut kejadian serupa terulang kembali, takut sakit, dan masih mengingat bagaimana kondisi teman-teman saat diangkut dengan ambulans,” ujarnya.
MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan gizi bagi peserta didik. Namun, pada kasus ini program tersebut malah menjadi penyebab kejadian yang berdampak pada kondisi fisik dan psikis siswa.
Laporan: Faizun
Editor : Heri







