GROBOGAN || Portaljatengnews.com – Seorang aktivis dan jurnalis disabilitas asal Jawa Timur, Erlangga, datang langsung ke Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kedatangannya memiliki misi jelas, yakni mendesak Kepolisian Resor (Polres) Grobogan agar segera bertindak tegas dan menangkap konten kreator bernama Heri Swekke (HS).
Erlangga menilai, konten yang dibuat Heri Swekke sangat melanggar norma kesusilaan dan meresahkan masyarakat. Ia menyoroti penggunaan bahasa yang sangat tidak pantas, termasuk penyebutan alat kelamin yang dijadikan sebagai materi konten dan disebarkan secara bebas di ruang digital.
“Saya datang khusus dari Jatim untuk melihat langsung situasi dan mendesak pihak berwajib. Ini sudah keterlaluan, menyebut alat kelamin secara terbuka dan menjadikannya konten hiburan adalah hal yang sangat memalukan serta merusak moral generasi muda,” tegas Erlangga, yang juga Ketua Forum Wartawan Difabel Indonesia (FWDI). Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, sebagai insan pers dan aktivis, ia tidak bisa tinggal diam melihat fenomena yang merugikan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu demi menjaga kebersihan media sosial.
“Media sosial adalah ruang publik yang harus dijaga. Jika dibiarkan, ini menjadi preseden buruk. Kami mendesak Kapolres Grobogan segera memproses hukum dan menangkap Heri Swekke sesuai Pasal 27 UU ITE tentang kesusilaan,” tambahnya.
Erlangga juga mengapresiasi perjuangan para emak-emak dan warga Grobogan yang telah berani melapor. Ia berjanji akan mengawal kasus ini terus menerus hingga ada tindakan nyata dari kepolisian.
“Kami akan kawal kasus ini sampai pelaku ditangkap. Jangan biarkan konten menjijikkan ini terus beredar dan meracun pikiran masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Erlangga memberikan peringatan keras. Jika Heri Swekke tidak segera diamankan dalam waktu dekat, pihaknya siap menggalang kekuatan untuk aksi yang lebih besar.
“Ini tugas kepolisian. Seharusnya tanpa menunggu laporan pun, oknum ini sudah bisa diamankan karena jelas-jelas meresahkan publik. Jika tidak ada tindakan, siap-siap kami akan turunkan massa lebih besar,” pungkasnya dengan tegas. (ttg)







