BLORA || Portaljatengnews.com – Informasi yang beredar mengenai dugaan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) berupa Ketela (ubi) boleng yang basi di Kecamatan Randublatung, Blora ternyata tidak benar. Hal itu diklarifikasi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pesantren Miftahul Sa’adah, Mohammad Afif P., Rabu (11/3/2026).
“Ketela Cilembu yang diberikan dalam program MBG pada hari Selasa (10/3/2026) telah melalui proses pengolahan sesuai standar. Kondisi yang tampak tidak layak konsumsi sebenarnya adalah getah alami ketela yang keluar saat dipotong dan mengering setelah diproses oven, bukan tanda makanan basi atau busuk,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.
Menurutnya, Ketela Cilembu memiliki karakteristik khusus. Setelah dipotong dan diproses dengan panas, getahnya yang kental dapat membentuk tekstur atau warna yang sering disalahartikan sebagai tanda pembusukan oleh masyarakat.
“Kami telah memeriksa bahan baku dan proses pengolahan menu tersebut. Semua tahapan dilakukan sesuai pedoman teknis pelaksanaan MBG yang ditetapkan pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pengelola MBG di Kecamatan Randublatung dan akan segera menyosialisasikan ciri khas makanan yang disediakan dalam program kepada masyarakat penerima manfaat.
“Kami memahami kekhawatiran warga dan berkomitmen menjaga kualitas serta keamanan pangan dalam setiap menu MBG. Saluran komunikasi juga terbuka bagi masyarakat untuk memberikan masukan atau mengajukan pertanyaan terkait program ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Satgas MBG Kabupaten Blora, Sri Setyorini, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan pelaksanaan program MBG sesuai tujuan awalnya, yaitu meningkatkan status gizi anak-anak dan mendukung kesehatan ibu hamil di Kabupaten Blora.
Laporan: Wawan
Editor : Heri







