KPH Randublatung dan BPBD Blora Gelar Apel Siaga Karhutla, Tekankan Deteksi Dini dan Gotong Royong

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


BLORA || Portaljatengnews.com – Memasuki musim kemarau panjang, Kesatuan Pemangkuan Hutan atau KPH Randublatung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Blora menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam Karhutla. Apel dilaksanakan di Petak 114 RPH Jatikusumo, BKPH Kedungjambu, KPH Randublatung, Selasa (2/6/2026).

Apel dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora Mulyawati. Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro, Wakil Administratur Bambang Sunarto, para Asisten Perhutani se-wilayah KPH Randublatung, Tim Reaksi Cepat Bencana Alam BPBD Blora, perwakilan KRPH, perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan LMDH se-RPH Jatikusumo, serta perwakilan Mandor Keamanan Polter.

Mengusung pesan “Kompak Jaga Hutan Blora Selatan dari Api”, apel ini menjadi langkah antisipasi kerawanan kebakaran hutan dan lahan yang meningkat saat kemarau.

Baca Juga :  Bank Jateng Gelontorkan Pinjaman Rp 215 Miliar untuk Pemkab Blora

Dalam amanatnya, Kepala Pelaksana BPBD Blora Mulyawati menekankan tiga kunci penanggulangan karhutla: deteksi dini, respon cepat, dan gotong royong.

“Api kecil jadi kawan kalau cepat ditangani. Jadi besar jadi lawan kalau telat penanganannya. Makanya siaga ini penting, sebelum asap mengepul,” tegas Mulyawati.

Usai apel, Mulyawati juga memberikan materi penanggulangan bencana sebagai bekal wawasan bagi peserta saat bertugas di lapangan.

Administratur KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk bersinergi dengan BPBD kapan pun dibutuhkan.

“Kami siap bergerak dan membantu jika BPBD membutuhkan kami. Patroli hutan ditingkatkan dan peralatan pemadam dicek ulang. LMDH sebagai garda terdepan juga dikuatkan perannya. Mereka paling paham medan dan titik rawan di sekitar desa,” ungkap Rovi.

Baca Juga :  Diduga Akibat Moving Alat Berat Proyek Pertamina, Sayap Jembatan Kedungsambi Longsor

Pemilihan lokasi apel di RPH Jatikusumo bukan tanpa alasan. Wilayah ini berada di jalur tengah antara Blora dan Randublatung, memiliki banyak lahan kering, daun gugur, dan akses langsung ke hutan jati. Kondisi itu membuat api berpotensi cepat merambat jika terjadi kelengahan.

Apel siaga ini mengirim pesan jelas: Blora tidak mau kecolongan. Pemerintah Kabupaten, Perhutani, LMDH, hingga warga duduk satu barisan menjaga hutan jati Blora. Bukan menunggu kebakaran terjadi baru sibuk bergerak.

Laporan: Wawan

Berita Terkait

Pemprov Jateng Tambah Anggaran Jalan Randublatung-Cepu Blora Jadi Rp28,7 Miliar
HMI Blora Audiensi Ke DPRD Dorong Sumur Minyak Rakyat Bisa Menambah PAD
3 Rumah di Kedungtuban Terbakar Diduga Akibat Kelalaian Memasak
GRIB Jaya Blora Gelar Syukuran SK Ketua dan Konsolidasi Organisasi
Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu: Anggaran Disiapkan, Desain Akan Dievaluasi
KPH Randublatung Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Tekankan Semangat Gotong Royong dan Integritas
Warga Blora Protes, Jalan Rusak Randublatung-Cepu Ditanami Pohon Pisang
Polsek Blora Evakuasi Tukang Bangunan Korban Sengatan Listrik Tegangan Tinggi di Mlangsen

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:33 WIB

Pemprov Jateng Tambah Anggaran Jalan Randublatung-Cepu Blora Jadi Rp28,7 Miliar

Senin, 8 Juni 2026 - 22:33 WIB

HMI Blora Audiensi Ke DPRD Dorong Sumur Minyak Rakyat Bisa Menambah PAD

Senin, 8 Juni 2026 - 12:36 WIB

3 Rumah di Kedungtuban Terbakar Diduga Akibat Kelalaian Memasak

Senin, 8 Juni 2026 - 10:41 WIB

GRIB Jaya Blora Gelar Syukuran SK Ketua dan Konsolidasi Organisasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:09 WIB

Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu: Anggaran Disiapkan, Desain Akan Dievaluasi

Berita Terbaru

Grobogan

Monitoring Persemaian KPH Telawa Pastikan Bibit Berkualitas

Rabu, 10 Jun 2026 - 15:58 WIB

Mahasiswa ilmu komunikasi USM saat memainkan musik DJ. Nampak warung jamu berdampingan dengan angkringan, menambah suasana klasik kekinian.

Semarang

Mahasiswa USM Buktikan Jamu Tetap Kekinian Lewat Festival DJ

Rabu, 10 Jun 2026 - 09:01 WIB