BLORA || Portaljatengnews.com – Viralnya kasus menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak konsumsi di berbagai daerah telah memicu berbagai kritik, bahkan hingga menjatuhkan program pemerintah yang bertujuan mulia ini.
Namun, Sukirno, tokoh masyarakat Blora, menyatakan rasa prihatinnya terhadap situasi ini. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan saat ini kurang konstruktif dan berpotensi mengancam keberlangsungan program yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa sekolah.
Sukirno menekankan, sebelum makanan dibagikan, pihak sekolah seharusnya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas dan kesesuaian menu agar layak dikonsumsi.
Selain itu, jika orang tua menemukan makanan yang tidak layak, sebaiknya langsung melaporkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk perbaikan segera, bukan memviralkannya di media sosial.
“Kondisi ini sungguh memprihatinkan. Program MBG sebenarnya memiliki tujuan yang sangat baik bagi anak-anak kita. Namun, jika hal ini terus berlanjut dengan cara yang tidak tepat, program ini bisa terhenti dan akhirnya menghambat upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi siswa,” ujar Sukirno. Kamis (12/3/2026).
Laporan: Wawan
Editor : Heri







