KAB.SEMARANG || Portaljatengnews.com – Seni Reog kembali menggeliat di Kabupaten Semarang. Paguyuban “Satrio Mudo Krajan” resmi berdiri di Desa Pagersari, Kecamatan Bergas, Minggu (4/1/2026), menjadi wadah bagi pemuda untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan potensi diri.
Peresmian yang berlangsung meriah di Lapangan Jogo Semi ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Kepala Desa Pagersari, Rusdiyono, dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap paguyuban ini.
“Reog bukan sekadar hiburan, tapi identitas kita. Saya harap pemuda Pagersari semakin mencintai budaya lokal dan memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan positif,” ujarnya.
Bhabinkamtibmas Bripka Fictormoko menambahkan bahwa paguyuban seni memiliki peran penting dalam mencegah kenakalan remaja. Sementara itu, Babinsa Serda Turmono menegaskan komitmen Koramil untuk mendukung pengembangan seni dan budaya di masyarakat.
Kusnadi, pimpinan “Satrio Mudo Krajan”, mengungkapkan rasa syukur atas peresmian ini.
“Tujuan kami adalah mengumpulkan pemuda yang berminat pada Reog, melestarikan gerakannya, dan membawa nama baik Pagersari melalui pentas seni,” katanya.
Rusdi, salah satu pengurus, menambahkan bahwa dukungan dari Nahdi Mart sangat berarti bagi paguyuban.
“Kami berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan baik dan berkontribusi pada kemajuan desa,” tuturnya.
Kemeriahan acara peresmian semakin terasa dengan penampilan memukau dari anggota paguyuban. Pertunjukan Reog ini berhasil menghibur warga yang hadir, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pedagang musiman yang menjajakan dagangannya di sekitar lokasi acara.
Dengan berdirinya “Satrio Mudo Krajan”, diharapkan seni Reog semakin berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Pagersari. (Asrori/Jumari)
(Vio Sari)







