KUDUS || Portaljatengnews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus secara resmi membuka tradisi Dandangan, sebuah budaya tahunan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Acara pembukaan berlangsung di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.
Pembukaan tradisi ini ditandai dengan pemukulan bedug secara simbolis oleh Wakil Bupati Kudus Belinda Putri Sabrina Berton, yang didampingi oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa tradisi Dandangan merupakan budaya turun temurun untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
“Tradisi Dandangan ini merupakan warisan budaya untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang berlangsung turun temurun,” ucapnya. Senin (9/2/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi lokal.
“Tradisi Dandangan dapat mendorong pergerakan ekonomi lokal, memperkuat peluang usaha, serta memperkokoh ekosistem perekonomian daerah,” jelasnya.
Pada kesempatan pembukaan, juga dipentaskan berbagai pertunjukan seni, di antaranya seni tari Caping Kalo yang disajikan oleh Ikatan Olahraga dan Seni Karakter (IOSKI) Kudus.
Tradisi Dandangan tahun 2026 berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 9 hingga 18 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 527 stand dan tidak kurang dari 512 lapak usaha masyarakat.
Penataan stand dan lapak pada tahun ini dilakukan secara transparan, yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pelaku usaha di Kabupaten Kudus.
Laporan: Faizun
Editor : Heri







