Topeng Pengawasan DPUPR Tegal Terbuka: Proyek Jalan Senilai Rp4,4 Miliar Rusak Parah, Kabid Akui Blokir Wartawan

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kondisi proyek jalan beton nampak retak-retak hitam tambalan aspal.

Foto: Kondisi proyek jalan beton nampak retak-retak hitam tambalan aspal.


KABUPATEN TEGAL || Portaljatengnews.con – Pengawasan proyek infrastruktur di Kabupaten Tegal menuai sorotan tajam. Alih-alih transparan, pejabat terkait justru menunjukkan sikap antikritik ketika dikonfirmasi mengenai proyek jalan bernilai miliaran rupiah yang mengalami kerusakan parah sebelum masa serah terima. Jumat (18/9/2026).

Fakta tersebut terungkap setelah Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal, Waedi, akhirnya berhasil ditemui di ruang kerjanya pada Jumat, 18 September 2026. Pertemuan ini sekaligus membuka tabir pemblokiran nomor WhatsApp wartawan yang telah berlangsung lebih dari sebulan.

Pengakuan Terbuka dan Dugaan Pelanggaran KIP

Saat dikonfirmasi mengenai alasan pemblokiran akses komunikasi yang melanggar Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Waedi tidak membantah maupun meminta maaf. Ia justru memberikan jawaban santai.

​”Ya karena ngeributi jadi tak blokir. Karena sering WA terus,” ujar Waedi.

Tindakan tersebut dinilai mencederai kebebasan pers yang dijamin dalam UU No. 40 Tahun 1999. Konfirmasi yang dilayangkan jurnalis sejatinya merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran negara.

Proyek Jalan Babakan – Jatibogor Rusak Sebelum Serah Terima

Papan informasi proyek jalan beton.

Konfirmasi tersebut merujuk pada temuan di lapangan pada proyek Pelebaran Jalan Babakan – Jatibogor, Kecamatan Kramat. Proyek senilai Rp4.475.540.787,00 yang bersumber dari APBD 2026 ini dikerjakan oleh CV. Aghist Jaya berdasarkan SPMK No. 050/08/SPMK/PJMS.3/VI/2026.

Baca Juga :  Skandal "Buku Hitam" Obat Keras di Tegal: Tujuh Warung Dibongkar, Wali Kota Siap Seret Oknum Beking ke Hukum

Berdasarkan investigasi, struktur rigid beton di lokasi proyek mengalami retak memanjang, pecah di bagian sudut, hingga rontok di pinggiran. Padahal, beton tersebut belum genap berusia 28 hari dan belum melalui tahap serah terima pekerjaan (PHO). Sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), struktur jalan rigid belum layak dilalui kendaraan berat sebelum umur beton matang sempurna.

Selain masalah mutu fisik, investigasi juga mengarah pada dugaan pelanggaran Perpres No. 12 Tahun 2021 Pasal 93 terkait larangan subkontrak penuh tanpa izin Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Di lapangan, pekerjaan diduga dialihkan kepada pihak lain di luar perusahaan pemenang tender.

Jawaban Mengambang Tanpa Kepastian

Menanggapi kerusakan tersebut, Waedi mengklaim telah melakukan pertemuan dengan pihak kontraktor.

​”Hasil rapat dengan pihak kontraktor sepakat akan dibongkar dan diperbaiki lagi,” kata Waedi.

Namun, saat didesak mengenai tenggat waktu pembongkaran, pihak DPUPR belum dapat memberikan kepastian. Kondisi ini dikhawatirkan membuat proyek senilai miliaran rupiah tersebut terbengkalai dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sorotan serupa juga mengarah pada proyek infrastruktur lain di Kabupaten Tegal, yakni proyek peningkatan jalan di Desa Kesadikan – Kesamiran, Kecamatan Tarub, senilai Rp2.784.062.000,00 yang turut mengalami keretakan fisik. Kedua proyek tersebut diketahui bersumber dari dana aspirasi Anggota DPR RI Komisi XI, H. Harris Turino, dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp7 miliar.

Baca Juga :  Satlantas Polres Tegal Hadirkan Layanan Samsat Keliling Program "Tilik Desa" Bupati Tegal

Tuntutan Warga dan Pegiat Antikorupsi

Menanggapi persoalan ini, aliansi masyarakat dan pegiat antikorupsi di Tegal menyampaikan sejumlah tuntutan tegas:

​Desakan Evaluasi: Meminta Bupati Tegal segera mengevaluasi dan mencopot Kabid Bina Marga karena dinilai melanggar UU KIP serta merendahkan profesi jurnalis.

Audit Investigasi: Meminta Inspektorat Kabupaten Tegal dan BPKP Jawa Tengah turun tangan melakukan audit mutu terhadap proyek Babakan – Jatibogor dan Kesadikan – Kesamiran.

Kepastian Deadline: Menuntut DPUPR Kabupaten Tegal memberikan kepastian tertulis terkait jadwal pembongkaran dan perbaikan jalan yang rusak.

Penegakan Hukum: Meminta Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut tuntas dugaan pengalihan pekerjaan (subkontrak ilegal) dalam proyek tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi lanjutan kepada pimpinan daerah dan pihak terkait masih terus dilakukan demi transparansi pengelolaan keuangan negara di Kabupaten Tegal.

Laporan: Bambang Amin

Berita Terkait

Lulus 100 Persen Tanpa Celah, Aroma “Kondusif” dan Kebocoran Soal Warnai Penjaringan Perangkat Desa di Adiwerna
Sandiwara Penjaringan Perangkat Desa di Adiwerna: Diatur Penguasa atau Murni Kompetisi?
Proyek Revitalisasi SMPN 3 Adiwerna Rp739 Juta Abaikan K3, Petugas Keamanan Justru Batasi Jurnalis
LPK Nakula Kesatria di Tegal Tutup Misterius, Ratusan Juta Uang Korban Lenyap
Pungut Puluhan Juta Tanpa Pelatihan, LPK Nakula Kesatria Indonesia Tegal Kini ‘Menghilang’ dan Tutup
Hak KPM di Bukateja Tegal Dipangkas, Diduga Demi Akomodasi Warga Miskin Non Data
975 Warga Ikuti Bakti Kesehatan Gratis, Kapolda Jateng Tegaskan Komitmen Hadir untuk Masyarakat
PT Restu Karya Bersama Fasilitasi Calon ABK di Rumah Singgah

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:12 WIB

Topeng Pengawasan DPUPR Tegal Terbuka: Proyek Jalan Senilai Rp4,4 Miliar Rusak Parah, Kabid Akui Blokir Wartawan

Jumat, 18 September 2026 - 16:49 WIB

Lulus 100 Persen Tanpa Celah, Aroma “Kondusif” dan Kebocoran Soal Warnai Penjaringan Perangkat Desa di Adiwerna

Selasa, 15 September 2026 - 12:10 WIB

Sandiwara Penjaringan Perangkat Desa di Adiwerna: Diatur Penguasa atau Murni Kompetisi?

Senin, 14 September 2026 - 15:23 WIB

Proyek Revitalisasi SMPN 3 Adiwerna Rp739 Juta Abaikan K3, Petugas Keamanan Justru Batasi Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:43 WIB

LPK Nakula Kesatria di Tegal Tutup Misterius, Ratusan Juta Uang Korban Lenyap

Berita Terbaru