PT Restu Karya Bersama Fasilitasi Calon ABK di Rumah Singgah

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


TEGAL || Portaljatengnews.com – Fasilitas di rumah singgah bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) menjadi perhatian. Pada Minggu (14/6/2026) Muncul isu dugaan bahwa tempat yang berlokasi di Desa Karangmangu, Kecamatan Tarub, Tegal, tersebut menjadi penampungan calon ABK karena kedapatan menampung 37 orang calon Anak Buah Kapal (ABK).

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Restu Karya Bersama, Nur Nurcholis, mengklaim fasilitas tersebut adalah rumah singgah, bukan penampungan.

Baca Juga :  Bau Amis Dana Desa Penarukan: Proyek Ikan Rp280 Juta Mangkrak, Kades dan BUMDes Silat Lidah Soal Anggaran

“Rumah singgah itu hanya diperuntukan bagi calon ABK yang sedang melengkapi pemberkasan, dan rumah singgah tersebut menurut saya layak dan sudah lengkap secara administrasi. Kebutuhan makan, kasbon, dan segala keperluan mereka kami penuhi sepenuhnya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia juga menegaskan tidak ada biaya yang dibebankan kepada calon ABK selama di rumah singgah tersebut.

“Segala biaya ditanggung perusahaan, mereka tidak mengeluarkan uang sepeser pun,” tambahnya. Saat ditanya soal kesesuaian dengan standar ketenagakerjaan, Nurcholis meminta untuk membandingkan fasilitasnya dengan perusahaan penempatan lain di wilayah Tegal.

Baca Juga :  Hak KPM di Bukateja Tegal Dipangkas, Diduga Demi Akomodasi Warga Miskin Non Data

Untuk diketahui, jika merujuk pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, perusahaan wajib menyediakan tempat tinggal yang layak, sehat, dan memiliki ruang gerak yang cukup.

Laporan: Bambang Amin

Editor : Heri

Berita Terkait

Runtuhnya Dalih “Sesuai RAB”: Kadisporapar Tegal Akui Kesalahan Teknis Proyek Kolam Renang GOR Trisanja
Proyek Jalan Rp 920 juta Retak, DPUPR Tegal Pilih Jalan Kompromi, Beton Retak Struktur Tidak Dibongkar, Hanya Dipotong Anggarannya
Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal Dilaporkan ke Kejaksaan: Dugaan Monopoli Buku, Tur Wisata Berbau Nepotisme, hingga Proyek Revitalisasi
Proyek PISEW Rp 500 Juta di Tarub Diduga “Diborongkan”, Rabat Beton Retak dan Pokmas Diduga Cuma Formalitas
Dituduh Wakil BPD “Begal” Aset dan Uang Desa, Kades Kalijambe Tarub Mangkir dari Tanggung Jawab dan Sulit Ditemui
Proyek Pembetonan Jalan Kesamiran–Karangjati Senilai RP 920 Juta Retak Serius, Kabid Jalan DPUPR Tegal Bungkam
Sertifikat Tak Berlaku di Atas Tanah Musnah: Pemdes Kramat Layangkan Surat Himbauan Hentikan Reklamasi Seluas 7 Hektar, Komisi III DPRD Tegal Turun Tangan
Bau Amis Dana Desa Penarukan: Proyek Ikan Rp280 Juta Mangkrak, Kades dan BUMDes Silat Lidah Soal Anggaran

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Runtuhnya Dalih “Sesuai RAB”: Kadisporapar Tegal Akui Kesalahan Teknis Proyek Kolam Renang GOR Trisanja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Proyek Jalan Rp 920 juta Retak, DPUPR Tegal Pilih Jalan Kompromi, Beton Retak Struktur Tidak Dibongkar, Hanya Dipotong Anggarannya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal Dilaporkan ke Kejaksaan: Dugaan Monopoli Buku, Tur Wisata Berbau Nepotisme, hingga Proyek Revitalisasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Proyek PISEW Rp 500 Juta di Tarub Diduga “Diborongkan”, Rabat Beton Retak dan Pokmas Diduga Cuma Formalitas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Dituduh Wakil BPD “Begal” Aset dan Uang Desa, Kades Kalijambe Tarub Mangkir dari Tanggung Jawab dan Sulit Ditemui

Berita Terbaru