SEMARANG || Portaljatengnews.com – Warga wilayah Semarang Utara menyuarakan kegelisahan mendalam atas terjadinya tindak penganiayaan yang menimpa salah satu warga di jalan raya, yang mempertaruhkan rasa aman masyarakat. Warga meminta aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan cepat mengusut tuntas peristiwa tersebut.
Peristiwa penganiayaan dialami warga berinisial A.W.S. pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB saat dalam perjalanan pulang kerja. Korban dihadang dua orang tak dikenal yang menaiki sepeda motor, diteriaki kata-kata kasar, dikejar hingga jatuh, leher dicekik, dipukuli berulang kali, dan nyawanya sempat terancam saat pelaku mengangkat batu untuk menghantamnya.
Korban selamat berkat pertolongan warga yang segera melerai, namun menderita luka memar di siku, cakaran di leher dan dagu, serta nyeri hebat di punggung.
Laporan resmi telah diterima oleh Polsek Semarang Utara pada Selasa (8/9/2026) pukul 02.15 WIB dengan nomor: STTLP/67/IX/2026/SPKT/RES TBS SMG/SEK SMG UTR.
Kepada pihak kepolisian, masyarakat menyampaikan seruan tegas.
“Tugas mulia Bapak dan Ibu bukan sekadar menerima laporan, melainkan memastikan laporan itu tidak berdebu. Kewenangan yang diemban adalah amanah dari rakyat, bukan untuk didiamkan, tetapi untuk dijalankan dengan segenap kemampuan, kecepatan, dan ketegasan yang dimiliki,” ujarnya. Rabu (16/9/2026).
Warga menuntut agar pelaku segera dilacak, ditemukan, dan ditangkap. Penganiayaan bukan pertengkaran sepele, melainkan pelanggaran hak asasi paling mendasar, hak untuk hidup aman. Warga juga berharap kehadiran aparat patroli benar-benar dirasakan, terutama di jam-jam rawan, sehingga rasa aman yang nyata dapat dipulihkan kembali.
“Keadilan yang terlambat adalah keadilan yang dikhianati. Warga berhak mendapatkan perlindungan yang nyata, bukan janji yang kosong,” tegas warga.
Vio Sari






