Polusi PT Saprotan: Warga Kalitengah Geram, Kompensasi Dianggap Tak Layak

- Redaksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Ilustrasi

Gambar: Ilustrasi


DEMAK || Portaljatengnews.com – Warga Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, akhirnya meluapkan kekecewaan setelah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan aktivitas industri yang diduga menimbulkan polusi udara dan bau menyengat. Ketidaksabaran itu memuncak karena kompensasi dari PT Saprotan Utama dinilai tak sebanding dengan dampak kesehatan yang mereka rasakan sehari-hari.

Di hadapan awak media, warga mengungkapkan bau tajam yang diduga berasal dari pabrik kerap menyelimuti permukiman, terutama pada jam-jam tertentu. Kondisi ini menyebabkan keluhan kesehatan berulang, mulai dari rasa mual, pusing, hingga gangguan pernapasan yang dialami hampir seluruh warga, termasuk anak-anak dan lansia.

“Kami tidak butuh janji. Kami butuh udara bersih. Kalau setiap hari harus menghirup bau seperti ini, bagaimana nasib anak-anak dan orang tua kami?” ujar salah satu warga dengan nada kemarahan. Jumat (5/6/2026).

Baca Juga :  Polres Demak Sembelih 4 Sapi dan 6 Kambing Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga

Kekecewaan semakin besar saat warga menilai bantuan yang diterima perusahaan sebesar Rp50.000 per bulan ditambah dua renteng susu sachet per rumah tidak mencerminkan tanggung jawab sosial. Nilai itu dianggap sekadar formalitas, bukan solusi atas risiko kesehatan jangka panjang yang mereka tanggung.

Bagi masyarakat, masalah ini bukan sekadar gangguan bau, melainkan pelanggaran hak atas lingkungan hidup yang sehat dan layak. “Kesehatan warga tidak boleh dinilai dengan angka yang tidak sebanding dampaknya. Jangan sampai kami hanya dijadikan penonton di tengah aktivitas industri,” tegas salah satu tokoh warga.

Baca Juga :  Tanam Jagung Serentak, Polres Demak Perkuat Sinergi Dukung Swasembada Pangan

Warga kini mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak dan instansi terkait melakukan pemeriksaan kualitas udara secara menyeluruh dan transparan. Mereka juga menuntut evaluasi pengelolaan lingkungan perusahaan, pemeriksaan kesehatan berkala bagi warga terdampak, serta revisi nilai kompensasi agar lebih adil dan manusiawi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari PT Saprotan Utama atas tuntutan dan keluhan yang disampaikan warga. Keresahan ini terus menjadi perhatian publik di wilayah Demak. (Red)

Berita Terkait

Jumat Berkah, Satlantas Polres Demak Tebar Kepedulian kepada Masyarakat
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Demak Edukasi Pengendara soal Pajak Kendaraan
MAKI‑ICW Peringatkan Potensi Korupsi Besar, Laporan Rangkap Jabatan Demak Diteruskan ke KPK
Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Ops Patuh Candi 2026 kepada Pengemudi Ojek Online
Rotasi Pejabat Polres Demak, Kapolsek Diminta Perkuat Deteksi Dini Gangguan Keamanan
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Demak Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas
Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika, Polres Demak Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan Malam
Tekan Angka Kecelakaan, Polres Demak Gelar Operasi Patuh Candi Selama 14 Hari

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Jumat Berkah, Satlantas Polres Demak Tebar Kepedulian kepada Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Demak Edukasi Pengendara soal Pajak Kendaraan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Ops Patuh Candi 2026 kepada Pengemudi Ojek Online

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Rotasi Pejabat Polres Demak, Kapolsek Diminta Perkuat Deteksi Dini Gangguan Keamanan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Demak Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Berita Terbaru

Daerah

Simulakrum Wawuk versus Feminisme (LGBT) — Bagian 1

Jumat, 30 Okt 2026 - 13:17 WIB