GROBOGAN || Portaljatengnews.com – Tak lama setelah kasus keracunan masal Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi pada Jumat (9/1/2026) di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan hingga memakan korban mencapai 804 orang, kini kejadian serupa kembali tercatat di wilayah Kecamatan Tawangharjo. Kali ini, sebanyak delapan orang siswa dari dua sekolah dasar di sekitar SPPG Pulongrambe diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program yang sama, pada Jumat (30/1/2026).
Sebelumnya, pada awal bulan ini, kawasan Gubug sempat diguncang oleh kasus keracunan MBG yang membuat ratusan siswa/santri mendapatkan perawatan medis. Kini, dengan munculnya kasus baru di Pulongrambe, masyarakat mengungkapkan kekhawatiran terkait keamanan pangan dalam program MBG yang merupakan prioritas pemerintahan pusat.
Namun demikian, Kapolres Grobogan, saat dikonfirmasi via Whatsapp oleh wartawan terkait perkembangan penyelidikan kasus keracunan masal MBG yang terjadi di wilayah kecamatan Gubug, terkesan bungkam.
“Saat dikonfirmasi via Whatsapp terkait hal itu ke Kapolres Grobogan terkesan bungkam. Saat dichat contreng biru kemudian langsung contreng satu, awalnya saya kira diblokir, selang kemudian jadi contreng dua hitam,” tutur sumber. Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, chat tersebut harusnya dibalas dengan humanis. “Ndak pas lah seorang Kapolres..masak seorang wartawan nanya begitu ndak dibalas, jadi kesannya belum siap jadi pemimpin,” ujarnya.
Melihat kejadian tersebut, membuat masyarakat menginginkan klarifikasi dan langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
(ttg/@wg)







