BLORA || Portaljatengnews.com – KPH Randublatung adakan pembinaan kepada para pencari kayu bakar/rencek di Dukuh Kedungringin, Desa Ngliron, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora pada Senin, (30/3/2026). Kegiatan ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah kerusakan hutan.
Wakil Administratur KPH Randublatung, Bambang Sunarto, menegaskan bahwa warga hanya boleh mengambil kayu bakar dari ranting atau bagian pohon yang telah jatuh secara alami, tidak boleh menebang pohon.
“Masyarakat diimbau berkoordinasi dengan petugas terkait untuk memastikan keseragaman pemahaman,” ujarnya.
Bambang juga mengajak warga berperan aktif menjaga keamanan hutan dan melakukan penanaman serta pemeliharaan pohon.
“Kami berharap warga memahami pentingnya menjaga hutan sebagai sumber kehidupan,” tambahnya.
Kepala Dusun Kedungringin, Subandri, komitmen mendukung langkah Perhutani menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan.
“Kami siap bersinergi dan mendukung penuh upaya Perhutani dalam pengamanan hutan,” ujarnya.
Subandri juga menekankan peran aktif masyarakat sangat penting mencegah pelanggaran kehutanan.
“Kami akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar warga mematuhi aturan,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Wakil Administratur KPH Randublatung Bambang Sunarto, Kepala Seksi PPB Jadi Kurniawan, Asper KBKPH Ngliron Paryono, dan segenap jajaran. Juga hadir Danru Polmob beserta anggota, Kepala Dusun Kedungringin Subandri, dan warga Kedungringin kurang lebih 37 orang.
Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga hutan dan mencegah kerusakan ekosistem.
“Kami berharap warga memahami pentingnya menjaga hutan untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bambang.
Perhutani Randublatung juga mengajak warga berpartisipasi dalam penanaman dan pemeliharaan pohon, terutama pada fase pertumbuhan awal.
“Perawatan pohon usia muda menjadi kunci keberhasilan menjaga keberlanjutan hutan,” tambahnya.
Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga hutan dan ekosistemnya.
“Kami akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar warga mematuhi aturan,” tutup Subandri.
Laporan: Wawan
Editor : Heri







