Warga dan Kades Sepakat: Pembangunan Menara Seluler Dinilai Ilegal

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tower BTS atau menara telekomunikasi yang pembangunannya dinilai ilegal.

Tower BTS atau menara telekomunikasi yang pembangunannya dinilai ilegal.


TEGAL || Portaljatengnews.com – Pembangunan menara telekomunikasi setinggi 70 meter di RT 11 RW 02, Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal menuai penolakan keras dari warga. Proyek yang telah berjalan dua pekan dan mencapai 80 persen progres itu dinilai ilegal karena dibangun tanpa izin resmi dan sosialisasi terlebih dahulu.

Pada Senin (8/6/2026), sejumlah warga didampingi aktivis LSM mendatangi Kantor Kepala Desa untuk menyampaikan keberatan. Mereka menuntut agar proyek segera dihentikan dan disegel karena dianggap melanggar aturan perundang-undangan.

Menurut keterangan warga, pembangunan dilakukan di atas tanah milik Saeful Umam. Pihak pengembang dan pemilik lahan tidak pernah mengadakan pertemuan dengan warga sekitar untuk menjelaskan rencana pembangunan maupun dampaknya.

Baca Juga :  Lulus 100 Persen Tanpa Celah, Aroma "Kondusif" dan Kebocoran Soal Warnai Penjaringan Perangkat Desa di Adiwerna

Perwakilan warga, Tolab (56), menegaskan penolakan ini bukan soal ganti rugi.

“Kami tidak meminta uang. Tuntutan kami jelas, hentikan pembangunan. Bagaimana mungkin bangunan setinggi itu berdiri tanpa izin dan sosialisasi?” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa sejumlah uang yang diterima sebagian warga berkisar Rp100 ribu, hingga Rp1 juta, tidak dapat dijadikan bukti persetujuan, karena didapat tanpa penjelasan yang jelas.

Baca Juga :  Bau Amis Dana Desa Penarukan: Proyek Ikan Rp280 Juta Mangkrak, Kades dan BUMDes Silat Lidah Soal Anggaran

Sikap serupa disampaikan Kepala Desa Bengle, Masruri Sueb. Ia memastikan tidak ada surat permohonan izin yang masuk ke pemerintah desa.

“Kami tidak tahu menahu. Tiba-tiba sudah dibangun,” ujarnya.

Masruri berjanji akan memperjuangkan aspirasi warga. Jika pengembang tidak dapat menunjukkan dokumen perizinan lengkap dan sah, maka Pemdes akan mengambil langkah tegas untuk menghentikan proyek secara permanen.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang maupun pemilik lahan belum dapat dihubungi untuk dimintai tanggapan.

Laporan: Bambang Amin

Editor : Portaljatengnews.com

Berita Terkait

Runtuhnya Dalih “Sesuai RAB”: Kadisporapar Tegal Akui Kesalahan Teknis Proyek Kolam Renang GOR Trisanja
Proyek Jalan Rp 920 juta Retak, DPUPR Tegal Pilih Jalan Kompromi, Beton Retak Struktur Tidak Dibongkar, Hanya Dipotong Anggarannya
Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal Dilaporkan ke Kejaksaan: Dugaan Monopoli Buku, Tur Wisata Berbau Nepotisme, hingga Proyek Revitalisasi
Proyek PISEW Rp 500 Juta di Tarub Diduga “Diborongkan”, Rabat Beton Retak dan Pokmas Diduga Cuma Formalitas
Dituduh Wakil BPD “Begal” Aset dan Uang Desa, Kades Kalijambe Tarub Mangkir dari Tanggung Jawab dan Sulit Ditemui
Proyek Pembetonan Jalan Kesamiran–Karangjati Senilai RP 920 Juta Retak Serius, Kabid Jalan DPUPR Tegal Bungkam
Sertifikat Tak Berlaku di Atas Tanah Musnah: Pemdes Kramat Layangkan Surat Himbauan Hentikan Reklamasi Seluas 7 Hektar, Komisi III DPRD Tegal Turun Tangan
Bau Amis Dana Desa Penarukan: Proyek Ikan Rp280 Juta Mangkrak, Kades dan BUMDes Silat Lidah Soal Anggaran

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Runtuhnya Dalih “Sesuai RAB”: Kadisporapar Tegal Akui Kesalahan Teknis Proyek Kolam Renang GOR Trisanja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Proyek Jalan Rp 920 juta Retak, DPUPR Tegal Pilih Jalan Kompromi, Beton Retak Struktur Tidak Dibongkar, Hanya Dipotong Anggarannya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal Dilaporkan ke Kejaksaan: Dugaan Monopoli Buku, Tur Wisata Berbau Nepotisme, hingga Proyek Revitalisasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Proyek PISEW Rp 500 Juta di Tarub Diduga “Diborongkan”, Rabat Beton Retak dan Pokmas Diduga Cuma Formalitas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Dituduh Wakil BPD “Begal” Aset dan Uang Desa, Kades Kalijambe Tarub Mangkir dari Tanggung Jawab dan Sulit Ditemui

Berita Terbaru